Pencarian

Pemkot Pontianak Siapkan TPST Berkapasitas 300 Ton, Sampah Kota Capai 500 Ton per Hari

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:52:31 WIB
Pemkot Pontianak Siapkan TPST Berkapasitas 300 Ton, Sampah Kota Capai 500 Ton per Hari
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka puncak peringatan World Cleanup Day 2026 di Taman Digulis, Universitas Tanjungpura.

Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari untuk menangani produksi sampah kota yang mencapai 450 sampai 500 ton setiap hari. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rencana itu saat membuka puncak peringatan World Cleanup Day 2026 di Taman Digulis, Universitas Tanjungpura. Pemkot juga menjajaki kerja sama pengolahan sampah organik menjadi pupuk bersama PT Petrokimia Gresik.

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan bahwa sekitar 76 persen sampah di kota itu merupakan sampah organik. Sisanya, 17,3 persen, berupa plastik. Komposisi itu menjadi dasar pengembangan sistem pengelolaan sampah yang berorientasi pada pemilahan dan pemanfaatan kembali.

"Ke depan kami akan membangun pusat pengelolaan sampah terpadu yang kapasitasnya bisa mencapai 200 hingga 300 ton per hari. Kami juga sudah menjajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk taman-taman kota," kata Edi.

Mengapa TPST Baru Dibutuhkan Sekarang

Produksi sampah Pontianak yang mencapai 450 hingga 500 ton per hari jauh melampaui kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini. Kesenjangan itu membuat TPST berkapasitas 200-300 ton per hari menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar rencana jangka panjang.

Pengolahan sampah organik menjadi pupuk disebut Edi sebagai salah satu solusi yang paling masuk akal. Sebab, hampir delapan dari sepuluh kilogram sampah warga Pontianak adalah sampah organik yang bisa difermentasi.

Warga Diminta Memilah Sampah dari Rumah

Selain menyiapkan fasilitas pengolahan, Edi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya. Langkah itu bisa dimulai dengan memilah sampah rumah tangga dan memanfaatkan bank sampah mini di sekolah.

"Kegiatan WCD ini jangan hanya sekadar seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan. Membuang sampah sembarangan tidak boleh lagi ada di Pontianak. Kalau ada warga yang punya ide cemerlang soal sampah, silakan sampaikan langsung kepada saya. Saya sangat serius menangani ini," ucapnya.

Pemkot Pontianak juga berkomitmen memperluas ruang terbuka hijau dan menata trotoar agar lebih nyaman bagi masyarakat. Penataan tersebut akan menjangkau kawasan di luar Jalan Ahmad Yani, termasuk Pontianak Utara.

300 Relawan Turun ke Jalan Daya Nasional

Koordinator Pelaksana WCD Pontianak 2026 Vivi Norvika menyebut sekitar 300 relawan dari berbagai kalangan terlibat dalam aksi bertema "Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah." Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan aparatur pemerintah.

Aksi bersih-bersih dipusatkan di kawasan Jalan Daya Nasional, sementara ekoenzim ditebar di Jalan Media. Taman Digulis dan sekitarnya dipilih karena menjadi salah satu ruang aktivitas olahraga dan edukasi masyarakat.

Peserta diwajibkan membawa botol minum pribadi dan memilah sampah hasil aksi ke dalam tiga kategori: organik, anorganik bernilai daur ulang, dan residu. Sampah yang terkumpul ditimbang dan dicatat oleh Bank Sampah Rosela Purnama serta Bank Sampah Untan.

Data hasil penimbangan itu selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari kontribusi Pontianak dalam pelaksanaan WCD tingkat nasional.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks