BENGKAYANG — Gelombang tinggi dan air pasang bukan sekadar pemandangan musiman bagi warga Desa Karimunting. Pada puncak abrasi akhir 2022, daratan di kawasan Pantai Kura-Kura terkikis hingga belasan meter ke arah darat. Ancaman itu kini coba dijawab pemerintah pusat dengan meninjau langsung titik-titik yang diusulkan untuk dibangun pengaman pantai.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, memimpin kunjungan lapangan bersama Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Romi Firman, jajaran Kementerian PU, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I M Tahid, dan Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal. Mereka menyusuri pesisir Pantai Kura-Kura yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Bengkayang.
Kepala Desa Karimunting, Iskandar, mengatakan abrasi bukan persoalan baru. Setiap November hingga Desember, ombak besar mengikis pasir dan menerjang bangunan milik warga. “Air laut sering masuk hingga ke warung-warung milik masyarakat yang berada di sekitar pantai,” katanya. Kondisi ini mengancam tidak hanya permukiman, tetapi juga aktivitas ekonomi yang bergantung pada sektor pariwisata.
Data di lapangan menunjukkan, pada Desember 2022 lalu abrasi mencapai panjang 10 hingga 15 meter. Jika tidak segera ditangani, pengikisan diprediksi terus meluas dan menggerus area wisata yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar.
Herzaky menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. “Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, berbagai masukan akan kami komunikasikan kepada Menteri PU Dody Hanggodo dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” ujarnya. Menurut dia, perlindungan kawasan pesisir di Bengkayang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia secara merata hingga wilayah terdepan dan terluar.
Pantai Kura-Kura dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. “Pantainya bersih, luas, dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Wisata lokal tumbuh, UMKM bergerak, dan secara langsung menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” kata Herzaky. Karena itu, pembangunan infrastruktur pengaman pantai tidak semata-mata soal beton dan batu, melainkan tentang melindungi ekosistem ekonomi warga.
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menyambut baik kunjungan ini. Ia mengakui bahwa penanganan abrasi skala besar sulit dilakukan hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Abrasi di kawasan ini memang membutuhkan penanganan yang serius karena setiap tahun pantai terus mengalami pengikisan. Dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan,” ujarnya. Kawasan ini juga menjadi salah satu objek wisata penting bagi Kabupaten Bengkayang, sehingga perlindungannya menjadi prioritas.
Rencana pembangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 600 meter masih dalam tahap kajian teknis. Tim dari Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PU akan membawa data hasil peninjauan ke tingkat pusat untuk dibahas lebih lanjut dalam perencanaan anggaran. Masyarakat Desa Karimunting berharap realisasi proyek ini tidak berlarut-larut, mengingat setiap musim hujan ancaman abrasi terus berulang.