KALIMANTAN BARAT — Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan dana puluhan triliun tersebut akan mempercepat kerja kementerian dan lembaga di lapangan. "Kalau (anggaran) sudah ditransfer maka speed-nya (kementerian dan lembaga) akan kencang sekali (kerjanya)," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Prioritas Pemulihan bagi Anak, Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan sosial, serta pendampingan kesehatan mental dan psikososial secara berkelanjutan. Satgas PRR menyasar kelompok rentan baru yang muncul akibat bencana, seperti anak kehilangan orang tua, penyandang disabilitas baru, dan lansia terlantar.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan perspektif perlindungan kelompok rentan harus melekat di setiap tahap rehabilitasi. "Jadi, misalnya pendirian huntara, itu harus memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan," kata Veronica saat berkunjung ke Sumatera Barat.
Infrastruktur Inklusif dan Responsif Gender
Pemerintah mendorong pembangunan fasilitas dasar yang lebih inklusif, responsif gender, serta ramah bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Pendekatan ini diharapkan menciptakan lingkungan aman dan nyaman saat masyarakat memasuki fase pemulihan permanen.
Komitmen tersebut telah terintegrasi ke dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028. Dokumen itu memuat strategi pemenuhan hak dasar kelompok rentan sekaligus memperluas layanan psikososial yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah terdampak.
Rehabilitasi Sosial bagi Penyintas
Satgas PRR memperkuat program pemulihan sosial bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan tidak ada penyintas yang tertinggal dalam proses pemulihan.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diminta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dalam setiap pelaksanaan program di lapangan. Veronica Tan menekankan proses pemulihan harus berjalan lebih adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat terdampak.