PONTIANAK — Prestasi di ajang cerdas cermat berbuah manis bagi sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak. Mereka kini dipastikan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Tiongkok dengan biaya penuh dari pemerintah setempat.
Tim LCC Empat Pilar sekolah tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah video penampilan mereka beredar luas. Kemenangan itu, menurut pihak sekolah, menjadi pintu masuk bagi para siswa untuk mengakses program beasiswa internasional.
Kesepuluh siswa tersebut mendapatkan pembiayaan penuh, meliputi biaya kuliah, akomodasi, dan biaya hidup selama masa studi. Program ini tidak hanya mencakup satu universitas, melainkan beberapa kampus mitra di Tiongkok yang telah menjalin kerja sama.
“Ini adalah hasil kerja keras tim dan dukungan sekolah. Kami berharap mereka bisa belajar dengan baik dan membawa pengalaman berharga untuk Kalimantan Barat,” ujar perwakilan pihak sekolah dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Viralnya video LCC Empat Pilar SMAN 1 Pontianak menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk perwakilan pendidikan dari Tiongkok. Proses seleksi beasiswa kemudian berlangsung secara ketat, dan sepuluh siswa dinyatakan lolos.
Mereka akan berangkat dalam waktu dekat setelah menyelesaikan administrasi dan persiapan bahasa. Beberapa di antaranya akan mengambil program sarjana di bidang teknik, kedokteran, dan bisnis.
Keberhasilan sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak ini menjadi contoh nyata bahwa prestasi di tingkat lokal bisa membuka akses ke pendidikan kelas dunia. Pihak sekolah berencana membuka program pembinaan serupa bagi siswa lain yang berminat mengikuti jejak mereka.
Pemerintah daerah setempat juga menyambut baik pencapaian ini. Mereka menilai beasiswa tersebut dapat mendorong semangat kompetisi akademik di kalangan pelajar Kalimantan Barat.
Kesepuluh siswa tersebut merupakan anggota tim LCC Empat Pilar yang mewakili SMAN 1 Pontianak. Nama-nama mereka tidak disebutkan secara rinci, namun seluruhnya dinyatakan lolos seleksi administrasi dan wawancara oleh pihak universitas di Tiongkok.
Program beasiswa ini dijadwalkan berlangsung selama empat tahun ke depan, dengan opsi perpanjangan untuk program pascasarjana.
Proses keberangkatan masih menunggu penyelesaian visa pelajar dan jadwal akademik dari masing-masing universitas. Pihak sekolah memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi dan para siswa siap berangkat pada semester mendatang.
Mereka akan menjalani masa orientasi dan kursus bahasa Mandarin sebelum memulai perkuliahan. Program ini diharapkan bisa menjadi model bagi sekolah lain di Kalimantan Barat untuk menjalin kerja sama pendidikan internasional serupa.