KALIMANTAN BARAT — Apple akhirnya merealisasikan rencana kenaikan harga produknya. Setelah toko online Apple sempat ditutup—sinyal yang biasanya muncul menjelang perilisan produk baru—situs tersebut kembali aktif dengan banderol harga baru di berbagai lini. MacBook Neo dan MacBook Pro menjadi beberapa produk yang terdampak langsung.
Kenaikan Harga dan Reaksi Pasar
Saham Apple (AAPL) tercatat turun 5 persen pada hari ini, setara dengan penurunan 15,49 poin. Meski demikian, secara tahunan saham Apple masih mencatatkan kenaikan 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
CEO Apple Tim Cook sudah memberi sinyal soal rencana ini dalam wawancara dengan Wall Street Journal pekan lalu. Namun, Cook saat itu tidak merinci produk mana yang akan naik harga atau kenaikan mulai berlaku.
Kaitan dengan Biaya RAM dan Transisi Kepemimpinan
Menurut Apple, tekanan dari kenaikan biaya RAM global menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Langkah ini dinilai strategis karena dua alasan. Pertama, John Ternus—yang akan menggantikan Cook sebagai CEO pada September mendatang—tidak perlu mewarisi keputusan yang tidak populer ini. Cook sendiri akan tetap di Apple sebagai executive chairman dewan direksi.
Kedua, kenaikan harga sekarang membantu "menormalkan" ekspektasi harga untuk produk-produk mendatang. Perangkat baru yang akan menggantikan lini saat ini diperkirakan membutuhkan kapasitas RAM lebih besar untuk menjalankan fitur Siri AI. Dengan menghubungkan kenaikan harga ke biaya komponen, Apple berharap konsumen lebih siap ketika produk anyar dengan harga lebih tinggi meluncur.
Alternatif Beli: Amazon Masih Jual Harga Lama
Bagi konsumen yang ingin menghindari kenaikan harga, Amazon masih menjual produk Apple yang terdampak—seperti MacBook Neo dan MacBook Pro—dengan harga asli. Diskon yang sudah berjalan sebelumnya juga masih berlaku di platform tersebut.
Belum ada informasi apakah kenaikan harga ini akan berlaku di pasar Indonesia. Pengguna di Tanah Air biasanya harus menunggu penyesuaian harga resmi dari distributor dan iBox.