KALIMANTAN BARAT — Neymar baru menjalani laga perdananya bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 34 tahun itu dimasukkan pada menit ke-76 menggantikan Matheus Cunha, yang sebelumnya mencetak satu gol dalam laga tersebut.
Dalam waktu sekitar 14 menit di lapangan, Neymar mencatatkan 24 sentuhan bola, dua kali melepaskan tembakan, dan satu di antaranya mengarah ke gawang. Namun, performa singkat itu dinilai jauh dari kata maksimal oleh Craig Burley, mantan gelandang Skotlandia yang kini menjadi pengamat di Sportskeeda.
Kritik Tajam dari Mantan Pemain Skotlandia
Burley menilai kegembiraan penonton saat Neymar masuk tidak sebanding dengan kontribusinya di lapangan. Ia menyebut keputusan memanggil Neymar lebih didasari sentimen ketimbang performa objektif.
"Ketika Neymar masuk, ada banyak kegembiraan di kalangan penonton, begitu juga di Brasil, mengenai pemain ikonik tersebut... Namun astaga, jika Anda adalah Joao Pedro atau salah satu pemain lain yang tidak masuk skuad, maka Anda akan melihat orang itu dan berkata, 'ini hanyalah pemilihan pemain yang didasari sentimental'," ujar Burley.
Ritme Permainan Neymar Jauh dari Level Terbaik
Burley juga menyoroti ritme permainan Neymar yang terlihat lambat. Menurutnya, kondisi itu menjadi persoalan serius jika Brasil harus mengandalkan Neymar di fase-fase krusial turnamen melawan lawan yang lebih tangguh.
"Ya, saya tahu dia belum mendapatkan banyak menit bermain, tetapi dia terlihat sangat lamban dan tertinggal dalam hal ritme permainan. Jika Anda harus mengandalkannya di fase-fase akhir turnamen, apakah dia benar-benar bisa masuk dan memberikan pengaruh dalam pertandingan melawan pemain-pemain yang lebih bagus? Dia bahkan kesulitan saat melawan Skotlandia," kata dia menambahkan.
Vinicius Junior Bintang Lapangan, Neymar Masih Adaptasi
Di sisi lain, Brasil tetap memetik kemenangan meyakinkan berkat aksi gemilang Vinicius Junior. Penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol alias brace, sementara satu gol lainnya disarangkan Matheus Cunha. Hasil ini menjadi modal positif Brasil melaju ke babak berikutnya, meski performa Neymar masih menyisakan tanda tanya besar.
Publik Brasil kini menanti apakah pelatih akan tetap memberi kepercayaan kepada Neymar sebagai opsi di bangku cadangan, atau justru beralih ke pemain lain yang lebih siap secara fisik dan ritme pertandingan.