Megapiranha Punya Gigitan Setara Hiu Putih 3 Ton, Ilmuwan Ungkap Rahasia Fosil Purba

Penulis: Mustofa Kamal  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:15:01 WIB
Rekonstruksi fosil rahang Megapiranha paranensis mengungkap kekuatan gigitan setara hiu putih besar dalam simulasi biomekanik.

KALIMANTAN BARAT — Megapiranha paranensis bukan sekadar ikan purba berukuran besar. Fosil rahang yang ditemukan di Formasi Paraná, Argentina, menunjukkan predator air tawar yang hidup 8-10 juta tahun lalu ini memiliki mekanika rahang yang jauh lebih efisien dibandingkan kerabat modernnya. Estimasi kekuatan gigitannya berada di rentang 1.240 hingga 4.749 newton — angka yang membuatnya sebanding dengan hiu putih besar berbobot 400 kilogram hingga 3.000 kilogram dalam simulasi.

Fosil yang Baru Terdeskripsi Setelah Satu Abad

Fosil rahang Megapiranha sebenarnya sudah ditemukan sejak awal 1900-an, namun baru sampai ke tangan paleontolog Alberto Cione dari La Plata Museum pada 1980-an. Tim Cione baru mendeskripsikannya sebagai spesies baru pada 2009.

Bagian yang ditemukan hanya sebagian rahang atas dengan tiga gigi besar berpola unik. Peneliti memperkirakan rahang lengkapnya memiliki sekitar tujuh gigi — jumlah yang menjadi kunci penting dalam memahami evolusi kelompok ikan ini.

Posisi Unik di Antara Piranha dan Pacu

Susunan gigi Megapiranha menjadi jembatan evolusi yang selama ini dicari ilmuwan. Piranha modern memiliki gigi dalam satu baris, sementara kerabat herbivoranya seperti pacu punya dua baris. Megapiranha berada di posisi tengah.

"Hampir terlihat seperti giginya berpindah dari baris kedua ke baris pertama," ujar John Lundberg, salah satu penulis penelitian tersebut. Wasila Dahdul, ilmuwan tamu di National Evolutionary Synthesis Center, menambahkan bahwa pola ini menunjukkan transisi evolusi gigi piranha secara bertahap.

Kekuatan Gigitan yang Melampaui Ukuran Tubuh

Pada 2012, peneliti menghitung kekuatan gigitan Megapiranha dengan menggabungkan data black piranha (Serrasalmus rhombeus) yang masih hidup dan simulasi mekanika rahang. Hasilnya: estimasi 1.240-4.749 newton dari ikan yang diperkirakan hanya berbobot 10 kilogram dan panjang 70 sentimeter.

Perbandingan paling ekstrem muncul saat model biomekanik menunjukkan kekuatan gigitannya bisa melampaui megalodon dalam skenario tertentu. Namun, ini bukan berarti Megapiranha lebih kuat secara keseluruhan — megalodon tetap predator raksasa dengan ukuran tubuh jauh lebih besar.

Warisan Evolusi pada Piranha Modern

Kemampuan rahang efisien ini masih terlihat pada black piranha yang hidup sekarang. Kekuatan gigitannya tercatat sekitar 320 newton, salah satu yang terkuat di antara ikan bertulang. Jika dibandingkan dengan ukuran tubuh, gigitan black piranha hampir tiga kali lebih kuat daripada aligator Amerika dengan bobot setara.

Otot rahang piranha modern mencapai lebih dari 2% bobot tubuhnya, memungkinkan gigitan cepat dan kuat untuk merobek mangsa. Megapiranha memberikan konteks evolusi bagaimana mekanika rahang yang efisien ini terbentuk jutaan tahun lalu — dan mengapa piranha tetap menjadi salah satu predator air tawar paling ditakuti hingga sekarang.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top