Pencarian

28 Titik Panas di Kalbar Menurun Drastis, Gubernur Ria Norsan Ingatkan Ancaman El Nino di September

Selasa, 25 Agustus 2026 • 09:46:01 WIB
28 Titik Panas di Kalbar Menurun Drastis, Gubernur Ria Norsan Ingatkan Ancaman El Nino di September
Gubernur Kalbar Ria Norsan mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

KUBU RAYA — Penurunan drastis titik panas ini terungkap saat Gubernur Kalbar Ria Norsan mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026). Dalam kunjungan itu, Menteri Kehutanan memaparkan data terbaru Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) yang menunjukkan pergeseran sebaran titik panas dari Kalimantan menuju Sumatera.

Berdasarkan data Sipongi, penurunan titik panas di Kalbar terbilang signifikan. Sebaran terkini menunjukkan 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan satu titik di Kubu Raya. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi Sumatera yang mencatat 127 titik panas di Sumatera Selatan, 54 titik di Riau, dan 40 titik di Jambi.

Operasi Udara 200 Kali dan Penyebab Asap yang Masih Mengepul

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja keras unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta Masyarakat Peduli Api dalam menekan karhutla di Kalbar. Upaya pemadaman selama ini juga didukung operasi udara yang telah dilakukan sekitar 200 kali penyebaran water bombing.

Meski titik api berkurang, Raja Juli mengingatkan persoalan belum selesai. Ia menjelaskan asap yang masih menyelimuti wilayah terjadi akibat pembakaran tidak sempurna pada lahan gambut. "Meskipun api mulai padam, asap masih menyelimuti wilayah karena pembakaran tidak sempurna di lahan gambut," ujarnya di lokasi peninjauan.

Imbauan Tegas: Jangan Membakar Lahan Saat Kemarau

Menghadapi cuaca yang semakin kering, Menteri Kehutanan meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan pemerintah pusat dan daerah menghargai kearifan lokal, tetapi kondisi saat ini terlalu berisiko.

"Masyarakat sangat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca kering ini. Pemerintah pusat maupun daerah menghargai kearifan lokal, namun di kondisi yang sangat kering ini, percikan api sekecil apa pun sangat berbahaya," tegas Raja Juli.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Kewaspadaan Menghadapi Puncak Kemarau

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor berhasil menekan titik api dari sebelumnya lebih dari 2.000 titik menjadi 28 titik. Ia menyebut sinergi TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat, dan Brigade KPH sebagai kunci keberhasilan ini.

Meski demikian, Ria Norsan mengingatkan agar penurunan ini tidak membuat semua pihak lengah. "Kami mengingatkan agar tidak lengah karena puncak El Nino diprediksi BMKG terjadi pada September," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus memperkuat koordinasi dengan Satgas Karhutla dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran, menjaga kualitas lingkungan, serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

"Yang paling penting sekarang adalah kewaspadaan. Jangan sampai titik api yang sudah berhasil kita tekan kembali meningkat karena kelalaian," pungkas Ria Norsan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks