PONTIANAK - Pertanyaan soal keamanan menjadi wajar muncul dari warga Pontianak yang baru mengenal Identitas Kependudukan Digital (IKD) — berikut penjelasan sistem keamanannya secara rinci.
Dengan mekanisme ini, akses terhadap informasi kependudukan tidak hanya bergantung pada kepemilikan perangkat semata.
IKD adalah identitas kependudukan dalam format digital yang dapat diakses melalui aplikasi resmi pada smartphone, bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Masyarakat tetap perlu menjaga kerahasiaan PIN, tidak memberikan kode aktivasi kepada orang lain, dan memastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi dari toko aplikasi.
Ditjen Dukcapil Kemendagri menegaskan mulai 1 Januari 2026, QR Code dokumen kependudukan hanya dapat dipindai melalui aplikasi IKD, tautan lama tidak lagi berlaku.
Salah satu hal yang perlu dipahami warga adalah mekanisme pelayanan atau lokasi aktivasi IKD dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah. Sebagian Dukcapil kabupaten/kota mungkin membuka layanan aktivasi di kantor kecamatan, sementara daerah lain memusatkannya di kantor Dukcapil utama.
Perbedaan ini membuat penting bagi warga untuk mengecek informasi terbaru dari Dinas Dukcapil di wilayah masing-masing sebelum datang, alih-alih mengikuti prosedur umum yang belum tentu berlaku persis sama di semua daerah.
Meski sebagian proses aktivasi bisa diselesaikan mandiri lewat aplikasi, verifikasi tatap muka di kantor Dukcapil, kecamatan, atau lokasi pelayanan yang ditentukan tetap diperlukan pada kondisi tertentu. Langkah ini menjadi bagian dari proses memastikan data yang didaftarkan benar-benar sesuai dengan identitas pemohon.
Warga yang mengalami kendala saat verifikasi mandiri, seperti data tidak terbaca sistem atau kegagalan verifikasi wajah berulang, disarankan langsung mendatangi kantor pelayanan terdekat agar prosesnya bisa dibantu petugas secara langsung.
Selain mengandalkan aplikasi IKD, warga tetap disarankan mencatat atau menyimpan informasi penting terkait data kependudukan secara terpisah, seperti nomor KK, sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu mengalami kendala teknis pada aplikasi atau perangkat yang digunakan.
Apakah aman menyimpan IKD di HP yang sering dipakai bersama keluarga?
Sebaiknya tetap dijaga privasinya karena akses membutuhkan PIN dan wajah pemilik akun — hindari membagikan kode aktivasi meski ke anggota keluarga sendiri.
Apakah IKD bisa disinkronkan ke lebih dari satu perangkat?
Kebijakan multi-perangkat sebaiknya dicek langsung di aplikasi resmi demi menjaga keamanan akun.
Dengan sistem PIN dan pengenalan wajah, IKD dirancang aman digunakan warga Pontianak, selama pengguna juga disiplin menjaga kerahasiaan data aksesnya.