RayNeo Rilis Dua Lini Kacamata AR Terbaru: iO Smart Glasses untuk Sehari-hari dan GT Series untuk Layar Virtual Raksasa

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:05:01 WIB
RayNeo memperkenalkan dua lini kacamata AR terbaru, iO Smart Glasses dan GT Series, di Kalimantan Barat.

KALIMANTAN BARAT — Produsen perangkat optik RayNeo resmi mengumumkan dua jajaran produk kacamata pintar terbaru yang menyasar kebutuhan sangat berbeda. Di satu sisi, RayNeo iO Smart Glasses dirancang sebagai pendamping harian yang nyaris tidak terlihat seperti perangkat teknologi. Di sisi lain, RayNeo GT Series tampil berani dengan bodi besar dan klaim kualitas tampilan setara sinema.

iO Smart Glasses: Kacamata AI yang Nyaman Dipakai Seharian

Dengan bobot hanya 33 gram, iO Smart Glasses tampak seperti kacamata biasa pada umumnya. Namun di balik desainnya yang sederhana, perangkat ini menyembunyikan layar monokrom hijau berukuran kecil dengan bidang pandang 23,5 derajat. Layar tersebut berfungsi menampilkan antarmuka sederhana, seperti teks terjemahan real-time atau mode teleprompter saat presentasi.

Alih-alih speaker, RayNeo membekali perangkat ini dengan empat mikrofon dan sensor konduksi tulang. Kombinasi ini diklaim mampu mengisolasi getaran vokal untuk transkripsi akurat di lingkungan bising. Teknologi tersebut menjadi dasar bagi Ambient AI Productivity Suite, fitur yang bisa mendengarkan percakapan pengguna untuk mengekstrak agenda atau menyarankan pembaruan kalender.

Untuk urusan bahasa, kacamata ini mengandalkan perangkat lunak BabelOS 3.0 dari Timekettle yang sanggup menerjemahkan 55 bahasa dan 109 aksen secara real-time. Latensinya sekitar satu detik. Daya tahannya mencapai dua hari pemakaian normal, atau sekitar 18 jam perekaman berkelanjutan dan 6,2 jam mode terjemahan.

GT Series: Layar Virtual Raksasa di Depan Mata

Berbeda total dengan lini iO, RayNeo GT dan GT Max hadir dengan desain tebal menyerupai kacamata hitam oversized. Bobotnya dua kali lipat lebih berat, yakni 68 gram untuk GT dan 78 gram untuk GT Max. Konsekuensinya, keduanya mampu menampung layar virtual jauh lebih besar.

RayNeo GT memproyeksikan layar virtual hingga 231 inci dengan bidang pandang 46 derajat. Sementara GT Max menawarkan layar hingga 307 inci dan bidang pandang 59 derajat. Semakin lebar bidang pandang, semakin banyak area layar virtual yang terlihat tanpa menggerakkan kepala.

Kedua model GT dilengkapi chip AR 3DoF yang memungkinkan layar ditambatkan di ruang 3D. Sistem audio empat speaker yang disetel bersama Bang & Olufsen turut disematkan. Saat terhubung ke RayNeo Pocket TV Pro—perangkat streaming bertenaga Google TV terpisah—kedua kacamata ini bisa menampilkan konten HDR Dolby Vision.

Privasi dan Harga yang Masih Menggantung

Fitur perekaman AI yang selalu aktif memang berpotensi menimbulkan kekhawatiran privasi. RayNeo menyatakan iO Smart Glasses memiliki lampu indikator yang menyala saat perekaman atau penerjemahan berlangsung. Namun penting dicatat, perangkat ini tidak memiliki kamera, sehingga tidak bisa disalahgunakan untuk memotret secara diam-diam.

Hingga artikel ini ditulis, RayNeo belum mengumumkan harga resmi untuk seluruh lini produk barunya. Informasi tersebut kemungkinan baru akan terungkap menjelang peluncuran ritel pada 4 September mendatang. Seluruh jajaran kacamata ini juga akan dipamerkan di ajang IFA awal September.

Bagi pengguna yang menginginkan kacamata pintar dengan tampilan normal dan fokus pada produktivitas berbasis suara, iO Smart Glasses bisa menjadi opsi menarik. Sementara bagi yang memprioritaskan pengalaman menonton imersif atau bermain game dengan layar super lebar, GT Series layak dinantikan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top