Serapan Gabah Bulog Tembus 3,67 Juta Ton, Target 4 Juta Ton Hampir Tercapai

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 08:51:31 WIB
Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi meninjau aktivitas panen raya di Ciamis, Jawa Barat, Senin (24/8).

KALIMANTAN BARAT — Capaian ini menunjukkan rantai serapan pangan berjalan lebih cepat dibanding periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (24/8), menyebutkan bahwa realisasi ini merupakan hasil dari perpanjangan masa penugasan serta perbaikan mekanisme di lapangan.

Harga Gabah Petani Stabil di Level Ideal

Salah satu faktor pendorong tingginya serapan adalah kepastian harga di tingkat petani. Bulog membeli gabah kering panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan, sehingga petani tidak menjual hasil panennya ke tengkulak dengan harga lebih rendah.

Di Ciamis, yang menjadi salah satu lumbung padi nasional, aktivitas panen raya kedua masih berlangsung. Para petani setempat mengaku terbantu dengan adanya jaminan pembelian dari Bulog, terutama saat musim panen tiba dan harga pasar cenderung turun.

Target Akhir Tahun dan Dampaknya bagi Petani

Dengan sisa waktu hingga Desember 2026, Bulog masih membuka peluang penambahan volume serapan. Jika tren ini bertahan, target 4 juta ton berpotensi terlampaui, yang berarti lebih banyak petani yang menikmati harga layak.

Serapan yang tinggi juga memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Stok ini menjadi instrumen utama untuk operasi pasar saat harga beras melonjak atau saat terjadi bencana alam. Dengan stok yang aman, inflasi pangan dapat ditekan.

Ke depan, Bulog berencana memperluas jangkauan ke daerah-daerah sentra produksi yang belum optimal menjual gabahnya ke perusahaan negara tersebut. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani sekaligus ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top