Dua Srikandi KPH Mempawah Turun ke Lokasi Karhutla di Sekabuk, Buktikan Perempuan Bisa di Garda Depan

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:16:02 WIB
Sri Wahyuni dan Nurtika, petugas KPH Mempawah, turun langsung membantu pemadaman api di Desa Sekabuk, Sadaniang, Senin (24/8/2026).

MEMPAWAH — Di tengah medan yang tidak mudah, dua petugas perempuan KPH Wilayah Mempawah memilih berada di barisan terdepan pemadaman api. Sri Wahyuni dan Nurtika terlihat membantu tim pemadam mengendalikan api yang membakar lahan di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Senin (24/8/2026). Aksi mereka menjadi pemandangan inspiratif di tengah upaya besar penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Keduanya tidak hanya bertugas di belakang meja. Mereka turun langsung ke lapangan, berbaur dengan tim gabungan, dan ikut memastikan api tidak meluas ke area lain. Semangat yang ditunjukkan oleh dua Srikandi KPH Mempawah ini menegaskan bahwa perlindungan hutan adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang perbedaan gender.

Peran Perempuan di Garda Depan Penanggulangan Bencana

Kehadiran Sri Wahyuni dan Nurtika di lokasi kebakaran memberikan warna tersendiri dalam operasi pemadaman. Mereka berdiri sejajar dengan petugas lain, menunjukkan keberanian dan kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Aksi ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa tugas pemadaman karhutla hanya milik laki-laki.

Langkah berani yang diambil keduanya diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas. Bahwa siapa pun, termasuk perempuan, memiliki peran strategis dalam menjaga hutan dari ancaman kebakaran. Kerja bersama tanpa sekat gender inilah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan karhutla secara menyeluruh.

Api di Kalbar Menyusut Drastis, Personel Gabungan Dikerahkan

Di tengah aksi heroik dua petugas perempuan tersebut, penanganan karhutla di Kalimantan Barat secara keseluruhan menunjukkan progres signifikan. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa jumlah titik api di provinsi ini telah berkurang drastis. Dari semula lebih dari 2.000 titik, kini hanya tersisa 28 titik api.

“Awalnya titik api di Kalbar mencapai lebih dari 2.000 titik. Dengan penanganan yang melibatkan 4.138 personel, alhamdulillah sekarang tinggal 28 titik api,” kata Ria Norsan. Penurunan ini tidak lepas dari kerja keras ribuan personel gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, dan pencegahan meluasnya kebakaran.

Dukungan Pusat: Ribuan Personel TNI Diperbantukan

Operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, hingga pemerintah daerah dan tim lainnya. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan tambahan dengan mengerahkan sekitar 1.200 personel TNI. Ratusan personel dari berbagai elemen lainnya turut disiagakan untuk mempercepat proses pemadaman serta pendinginan di wilayah yang masih terdapat titik api.

Pengerahan kekuatan besar ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mengendalikan karhutla. Di balik skala operasi yang masif tersebut, aksi dua perempuan petugas KPH Mempawah di Desa Sekabuk menjadi pengingat bahwa perjuangan ini dijalankan oleh banyak orang, termasuk mereka yang mungkin tidak terlihat di permukaan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top