KALIMANTAN BARAT — Setelah bertahun-tahun mengandalkan Warthog sebagai tulang punggung kokpit rumahan, Thrustmaster akhirnya melengkapi ekosistem AVA dengan grip khusus bergaya Airbus. Pengujian dilakukan di Microsoft Flight Simulator 2024 menggunakan pesawat Fenix A320, mencakup manuver dasar, pendekatan turbulent, hingga RNAV Visual Approach ke Runway 1R San Francisco International Airport.
Paket Airbus Add-On Grip mencakup grip itu sendiri, modul A400M, dan button cover. Sementara AVA Base hadir dengan dua set cam (Aero dan Jet), tiga set spring (Soft, Medium, Strong), tiga mask (Small, Medium, XL), dua kunci Allen, dan kabel USB-C detachable.
AVA Base dirancang untuk bisa disetel sesuai selera pilot. Cam yang bisa ditukar mengatur kurva axis, spring menentukan resistensi, dan mask membatasi jarak defleksi stick. Buku manual menyertakan rekomendasi konfigurasi untuk tiap tipe pesawat.
Untuk gaya airliner, Thrustmaster menyarankan Jet Cam dengan spring Medium. Thrustmaster juga menyertakan sepasang FBW cam yang diklaim mensimulasikan sensasi fly-by-wire khas keluarga Airbus A3XX. Namun berdasarkan pengujian, Jet Cam standar justru terasa lebih autentik karena transisi melewati titik netral lebih halus dibanding FBW cam yang memunculkan center detent lebih terasa.
Di sisi grip, modul dan button cover yang bisa ditukar mengubah sidestick A3XX menjadi gaya A400M. Ada pula mechanical lock untuk mengunci axis Z, mencegah input twist yang tidak disengaja.
AVA Base memakai cangkang plastik berkualitas dengan top plate logam, memberi kesan premium. Ada dua catatan penting. Pertama, base ini kurang stabil untuk input stick yang besar jika dipakai di meja tanpa penopang. Thrustmaster menjual AVA Base Plate terpisah yang secara signifikan memperbaiki stabilitas.
Kedua, damping bawaan kurang, sehingga stick masih bergoyang jika disentuh dengan satu jari. Efek ini tidak terasa saat terbang normal, tetapi damper tambahan yang dijual terpisah akan memperbaiki masalah tersebut. Airbus Add-On Grip sendiri merupakan replika 1:1 sidestick A3XX, lengkap dengan tombol autopilot disconnect merah khas Airbus.
Perbedaan paling mencolok dibanding Warthog adalah tidak adanya center detent saat melewati posisi netral. Resistensi meningkat progresif seiring stick dijauhkan dari tengah, menghasilkan input yang lebih natural. Dibanding TCA Airbus Sidestick, travel axis X dan Y AVA Base lebih pendek dengan resistensi progresif, mendekati karakter sidestick Airbus asli.
Pada manuver dasar di ketinggian 5.000 kaki, AVA Base memungkinkan koreksi roll yang jauh lebih halus. Vertical speed bisa dijaga dalam rentang sekitar 100 kaki per menit dari target, berkat sensor resolusi tinggi.
Saat pendekatan turbulent ke Las Vegas dengan kondisi panas dan angin kencang lewat Live Weather, resistensi progresif terasa autentik ketika input diperbesar. Koreksi cepat untuk melawan turbulensi juga bisa dilakukan tanpa memicu pilot-induced oscillation berlebihan.
Di RNAV Visual Approach ke Runway 1R SFO, AVA Base mampu mengikuti arc kanan hingga waypoint SQIRL dan bertransisi mulus ke centerline runway. Warthog dan TCA Airbus Sidestick menunjukkan gerakan lebih jerky di skenario yang sama, kemungkinan akibat presisi lebih rendah di sekitar posisi netral.
AVA Base menghadirkan presisi, kontrol halus, dan feel khas Airbus yang konsisten di berbagai skenario terbang. Ditambah Airbus Add-On Grip, pengguna yang rutin menerbangkan pesawat Airbus akhirnya punya opsi sidestick bergaya airliner untuk base kelas atas ini. Harga menjadi penghalang utama, tetapi bagi yang serius membangun kokpit Airbus premium, kombinasi ini layak dipertimbangkan.