Pertamina Optimalkan Sumur Tua Sepinggan, Produksi Tembus 710 Barel per Hari

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 17 September 2026 | 12:51:31 WIB

KALIMANTAN BARAT — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil mengoptimalkan sumur migas tua di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan produksi minyak Sumur Sepinggan V-7 mencapai 710 barel per hari. Capaian ini melampaui target awal perusahaan dan menunjukkan sumur yang telah beroperasi puluhan tahun masih menyimpan potensi produksi. Langkah optimalisasi aset yang sudah tersedia ini menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan produksi energi nasional.

Paragraf pembuka: General Manager Zona 10 PHKT Darmapala menyampaikan bahwa Sumur Sepinggan V-7 tidak hanya menghasilkan minyak, tetapi juga gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). "Produksi minyak dan gas Sumur Sepinggan V-7 melampaui target awal yang ditetapkan," kata Darmapala, dikutip dari Antara, Kamis, 17 September. PHKT sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).

Membuka Kembali Zona Potensial di Kedalaman 13.000 Kaki

Keberhasilan optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 diperoleh setelah tim PHKT membuka kembali akses menuju zona potensial di dalam sumur yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan. Akses pada kedalaman sekitar 13.000 kaki itu berhasil dibuka sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan workover atau pengerjaan ulang sumur.

Setelah akses terbuka, PHKT melakukan perforasi dengan berpindah lapisan menuju zona yang dinilai masih memiliki prospek produksi. Pendekatan ini memanfaatkan aset yang sudah tersedia untuk mempertahankan produksi migas, alih-alih membuka sumur baru yang membutuhkan investasi lebih besar.

"Optimalisasi sumur migas yang telah beroperasi puluhan tahun bagian dari upaya menjaga produksi energi nasional," ujar Darmapala.

Respons SKK Migas: Sumur Tua Masih Menyimpan Peluang

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menilai hasil optimalisasi tersebut menunjukkan masih ada ruang untuk meningkatkan produksi melalui pemanfaatan aset yang sudah tersedia. Menurut Haryanto, sumur migas yang telah memasuki fase tua masih menyimpan peluang produksi yang belum sepenuhnya tergarap.

Potensi itu diharapkan terus dioptimalkan guna mendukung keberlanjutan produksi migas dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Bagi PHKT, capaian Sumur Sepinggan V-7 menjadi bukti bahwa strategi menggarap kembali lapangan eksisting bisa menjadi jalan cepat menambah produksi tanpa harus menunggu proyek baru.

Apa Artinya bagi Produksi Energi Nasional

Langkah PHKT sejalan dengan upaya pemerintah menahan laju penurunan produksi migas nasional di tengah sumur-sumur utama yang kian menua. Optimalisasi sumur tua menawarkan waktu eksekusi lebih singkat dibanding pengeboran sumur eksplorasi baru, meski volumenya umumnya lebih terbatas.

Sumur Sepinggan V-7 sendiri berada di kawasan lepas pantai sekitar Sepinggan, Balikpapan. Angka 710 barel per hari mungkin kecil dibanding total produksi nasional, tetapi bagi PHKT capaian ini melampaui target awal dan membuka peluang serupa di sumur-sumur tua lain di wilayah kerjanya.

Penutup: Keberhasilan PHKT mengoptimalkan Sumur Sepinggan V-7 memperlihatkan bahwa sumur yang telah beroperasi puluhan tahun belum tentu habis. Dengan memanfaatkan aset yang sudah ada, PHKT dan SKK Migas berharap bisa menambah produksi tanpa harus menunggu proyek baru yang butuh waktu dan biaya lebih besar.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top