KALIMANTAN BARAT — Ford Bronco 2021 mengumpulkan 20 kampanye recall sejak diluncurkan, dengan masalah terbanyak pada katup mesin V6 2.7 liter, atap hardtop yang retak, hingga pompa bahan bakar yang memicu mesin mati mendadak. Skor reliabilitas Bronco 2021 versi Consumer Reports hanya rata-rata, masih di bawah Toyota 4Runner, tapi sedikit lebih baik dari Jeep Wrangler. Bagi calon pembeli bekas, mengenali daftar masalah ini penting sebelum memutuskan unit mana yang layak dibawa pulang.
Ford menghidupkan kembali nama Bronco untuk model tahun 2021 setelah lebih dari dua dekade absen. Antusiasme pasar waktu itu besar, dengan laporan reservasi menembus 125.000 unit sebelum generasi keenam masuk diler. Lima tahun berjalan, gambaran reliabilitasnya mulai terbaca jelas dari data recall dan keluhan pemilik.
Ford menyediakan mesin 2.3 liter EcoBoost turbo empat silinder yang dipasangkan ke transmisi otomatis 10 percepatan 10R60 atau manual tujuh percepatan. Tenaganya mencapai 300 hp dan torsi 325 lb-ft dengan bahan bakar premium.
Pilihan lain, V6 2.7 liter EcoBoost twin-turbo, hanya tersedia dengan transmisi otomatis 10 percepatan. Outputnya 330 hp dan torsi 415 lb-ft. Mesin inilah yang kemudian paling sering dikaitkan dengan masalah serius.
Pada 2024, Ford mengajukan kampanye recall ke NHTSA yang mencakup 15.835 unit Bronco produksi 2021–2022. Penyebabnya, katup masuk (intake valve) berpotensi pecah dan menimbulkan kerusakan mesin katastrofik.
Keluhan soal katup V6 2.7 liter ini sempat mendominasi diskusi pemilik, meski intensitasnya menurun setelah recall dijalankan. Bronco Nation mencatat mesin 2.3 liter empat silinder relatif minim laporan kegagalan serupa.
Masalah atap lepasan menjadi keluhan awal yang cukup umum pada Bronco 2021. Ford sempat mengumumkan penggantian atap hardtop yang tampilannya rusak setelah terpapar air dan kelembapan ekstrem.
Persoalan tidak berhenti di situ. Basis data recall NHTSA mencantumkan kampanye 2026 untuk 16.200 unit Bronco produksi 2021–2022. Penyebabnya, panel atap lepasan bisa retak, terkelupas, hingga berpotensi terlepas saat kendaraan berjalan.
Pada 2024, NHTSA menyelidiki kegagalan pompa bahan bakar Bronco 2021. Hasil investigasi menemukan penyebabnya ada pada jarak internal pompa bahan bakar yang terlalu rapat. Kegagalan ini bisa membuat mesin mati mendadak.
Kampanye recall NHTSA 2026 juga mencakup sejumlah Bronco 2021 terkait kabel harness ruang mesin yang bisa rusak dan mengalami korsleting. Kondisi ini berpotensi memicu kebakaran.
Kampanye recall Januari 2025 mencakup sekitar 149.449 unit Bronco produksi 2021–2024. Masalahnya, reservoir penyerap getar (shock absorber) belakang berpotensi terlepas dari dudukannya.
Untuk tie rod, belum pernah ada recall resmi yang menyasar Bronco 2021. Meski begitu, sejumlah pemilik melaporkan kegagalan komponen ini saat menjajal medan off-road berat dengan ban berukuran lebih besar.
Selain masalah di atas, pemilik mencatat sejumlah gangguan lain. Mulai dari gagang pintu kargo belakang yang patah, sistem penggerak empat roda yang mati, hingga berbagai