Pelindo Multi Terminal Benahi Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:52:01 WIB
Forum koordinasi percepatan operasional nonpetikemas Pelabuhan Belawan digelar di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10).

KALIMANTAN BARAT — PT Pelindo Multi Terminal menggelar forum koordinasi bersama Bea Cukai, KSOP, dan asosiasi pelayaran untuk mempercepat operasional terminal nonpetikemas Pelabuhan Belawan. Langkah ini diambil karena kelancaran arus barang di pelabuhan terbesar Sumatera bagian utara bergantung pada sinkronisasi antarinstansi.

Forum bertajuk "Percepatan Operasional Nonpetikemas Pelabuhan Belawan" itu berlangsung di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10). Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini mempertemukan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai layanan nonpetikemas, dari pengelola terminal hingga pengguna jasa.

Hadir dalam diskusi itu perwakilan Bea Cukai Belawan (KPPBC TMP Belawan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan, Pelindo Cabang Belawan, serta Pelindo Multi Terminal Branch Belawan. Dari sisi pengguna jasa, hadir DPC INSA Medan–Belawan, DPW ALFI/ILFA Sumatera Utara, DPW ISAA Sumatera Utara, dan Asosiasi Tangki Timbun dan Pemompaan Belawan.

Mengapa Koordinasi Antarinstansi Jadi Kunci

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, menekankan kolaborasi antarinstansi dan operator sebagai syarat kelancaran operasional pelabuhan. Menurutnya, sinergi dibutuhkan untuk memetakan kendala sekaligus menyelaraskan langkah perbaikan agar arus barang tidak tersendat.

Dari sisi kepabeanan, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Agus Sujendro menyoroti pentingnya sinergi antara petugas kepabeanan dan pengelola pelabuhan. Kerja sama itu dinilai perlu agar pelayanan berjalan optimal sekaligus memastikan seluruh ketentuan kepabeanan dipatuhi.

Dua Paparan yang Jadi Bahan Diskusi

Agenda forum diisi dua paparan utama. Pertama, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan membeberkan gambaran operasional terminal nonpetikemas beserta aspek-aspek yang masih bisa dioptimalkan untuk mempercepat pelayanan.

Kedua, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan memaparkan aspek kepabeanan yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional pelabuhan. Kedua materi itu menjadi dasar diskusi untuk menyamakan pemahaman, memetakan hambatan, dan merumuskan peluang perbaikan proses.

Fokus pembahasan mengerucut pada upaya percepatan operasional nonpetikemas Pelabuhan Belawan. Peserta forum membahas titik-titik yang perlu diperbaiki melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan, bukan hanya dari sisi internal pengelola terminal.

Target: Proses Kerja Lebih Ramping

Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, menyatakan forum ini menjadi ruang menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan.

"Percepatan operasional membutuhkan pemahaman dan koordinasi yang selaras dari seluruh pihak yang terlibat. Melalui forum ini, kita dapat bertukar pandangan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu dioptimalkan, serta membangun kesepahaman mengenai langkah perbaikan yang dapat ditindaklanjuti bersama. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung proses operasional yang lebih efektif dan kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa," ujar Wahyu.

Hasil diskusi akan dijadikan dasar penguatan koordinasi dan penyelarasan proses kerja antarinstansi. Pelindo Multi Terminal berharap langkah itu mempercepat operasional terminal nonpetikemas, meningkatkan efektivitas pelayanan, dan memperkuat peran Pelabuhan Belawan sebagai penopang arus logistik di wilayah Sumatera bagian utara.

Belawan selama ini menjadi salah satu gerbang perdagangan laut tersibuk di luar Jawa. Perbaikan di sektor nonpetikemas, yang mencakup penanganan barang curah dan general cargo, melengkapi layanan petikemas yang sudah berjalan di pelabuhan tersebut.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: analisnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top