BENGKAYANG — Usaha produksi tahu Wahyudin dirintis pada 2002 dengan modal pas-pasan. Keterbatasan itu membuat produksinya hanya 10 kilogram per hari, jauh di bawah permintaan warga Sanggau Ledo dan sekitarnya.
Kondisi tersebut berubah setelah Wahyudin mengajukan Kredit Usaha Rakyat ke PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar). Suntikan modal itu dipakai untuk menambah kapasitas produksi, bukan sekadar menambal kebutuhan harian.
Dari 10 Kilogram ke 250 Kilogram per Hari
Kapasitas produksi tahu Wahyudin kini menyentuh 250 kilogram per hari. Angka itu setara 25 kali lipat dibandingkan produksi awal saat usahanya baru berdiri.
Dapur produksinya beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Hasil produksi tidak lagi hanya dinikmati warga Sanggau Ledo, tetapi sudah masuk ke Seluas, Bengkayang Kota, hingga kawasan perbatasan Jagoi Babang.
Perluasan pasar itu membuat usaha tahu Wahyudin menyerap tenaga kerja lokal. Produksinya juga ikut menopang kebutuhan pangan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Alasan Pengajuan KUR Wahyudin Cepat Disetujui
Wahyudin menyebut proses pengajuan KUR di Bank Kalbar berjalan cepat. Syaratnya, permohonan diajukan dengan dokumen lengkap.
"Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat," ungkap Wahyudin.
Menurut Wahyudin, ada tiga hal yang membuat pengajuan kreditnya lolos. Usahanya jelas, tidak pernah ada kredit macet, dan ia terbuka soal perputaran usaha kepada pihak bank.
Pengalaman dua dekade itu membuatnya paham bahwa modal bukan satu-satunya penentu. Kedisiplinan membayar angsuran dan keterbukaan laporan usaha sama pentingnya saat mengajukan tambahan kredit.
Pesan Wahyudin untuk Perajin Lain di Bengkayang
Wahyudin mendorong pelaku usaha lain di Bengkayang tidak ragu memperluas usaha. Menurutnya, modal usaha kini lebih mudah diakses lewat perbankan daerah.
"Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite," ujarnya.
Kisah Wahyudin menjadi salah satu contoh nasabah KUR Bank Kalbar dari sektor UMKM di pelosok. Bank Kalbar menyatakan komitmennya mendampingi usaha kecil dari kawasan kota hingga perbatasan.