Pencarian

Tesla Model 3 Tabrak Rumah di Texas, Pengemudi Override FSD Sebelum Kecelakaan Fatal

Jumat, 17 Juli 2026 • 08:50:31 WIB
Tesla Model 3 Tabrak Rumah di Texas, Pengemudi Override FSD Sebelum Kecelakaan Fatal
NTSB mengonfirmasi pengemudi Tesla Model 3 menginjak pedal akselerasi penuh sebelum tabrakan fatal di Texas.

KALIMANTAN BARAT — National Transportation Safety Board (NTSB) merilis temuan awal investigasi kecelakaan fatal yang melibatkan Tesla Model 3 di Texas. Hasilnya, sistem Full Self-Driving (Supervised) tidak bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

Kronologi: Pedal Akselerasi Diinjak 100 Persen

Menurut laporan NTSB, pengemudi bernama Michael Butler secara manual meng-override sistem FSD "by pressing the accelerator pedal to 100 percent." Akselerasi ini secara otomatis menonaktifkan sistem self-driving.

Kecepatan kendaraan tercatat "greater than 70 mph when the crash occurred." Investigasi juga menemukan bahwa pedal rem tidak pernah diinjak dalam beberapa menit terakhir sebelum tabrakan terjadi.

Kepala divisi AI Tesla, Ashok Elluswamy, sudah mengonfirmasi temuan serupa di platform X pada Juni lalu. "In this case, the driver manually overrode self-driving by pressing the accelerator all the way to 100 percent of the accel pedal in this residential area," tulis Elluswamy.

Penyebab Override Masih Misteri

Yang masih menjadi pertanyaan besar adalah apa yang menyebabkan Butler menginjak pedal akselerasi penuh. Dikutip dari The Wall Street Journal, Butler mengaku sedang menyelesaikan pengiriman DoorDash saat kecelakaan terjadi.

Ia mengaktifkan FSD sambil mengganti musik di layar sentuh Tesla sebelum akhirnya "passed out." Pemeriksaan medis tidak menemukan alkohol atau obat-obatan terlarang dalam darahnya.

Tuntatan Hukum dan Investigasi Lanjutan

Keluarga korban, Martha Avila, telah mengajukan gugatan wrongful death pada 24 Juni lalu. Mereka menuding Butler dan Tesla lalai dan menuntut ganti rugi atas kematian Avila. Pada Juli, Butler resmi didakwa dengan tuduhan manslaughter.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) juga membuka investigasi terpisah atas kecelakaan ini. Sejak Oktober 2025, NHTSA telah memperluas penyelidikan besar-besaran terhadap teknologi self-driving Tesla menyusul sejumlah insiden serupa.

Apa Artinya bagi Pengguna FSD?

Insiden ini kembali menegaskan batasan sistem Full Self-Driving (Supervised) yang saat ini beredar. Sistem ini memang dirancang untuk membutuhkan pengawasan aktif pengemudi dalam mengambil belokan, berpindah jalur, dan navigasi.

Namun, temuan NTSB menunjukkan bahwa fitur keselamatan bisa dengan mudah diabaikan jika pengemudi secara sadar menginjak pedal akselerasi penuh. Ini menjadi pelajaran penting bagi pengguna teknologi bantuan mengemudi di Indonesia maupun global: sistem otomatis bukanlah sopir otonom yang bisa diandalkan sepenuhnya tanpa kewaspadaan manusia.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks