Pencarian

PLB Temajuk di Sambas Resmi Beroperasi, Bupati Satono: Pintu Masuk Wisatawan dan Penekan Jalur Tikus ke Malaysia

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:41:31 WIB
PLB Temajuk di Sambas Resmi Beroperasi, Bupati Satono: Pintu Masuk Wisatawan dan Penekan Jalur Tikus ke Malaysia
Bupati Sambas Satono meresmikan pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat, yang terhubung langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, resmi beroperasi dan terhubung langsung dengan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano di Sarawak, Malaysia. Bupati Sambas Satono menyatakan infrastruktur ini menjadi kunci penguatan ekonomi lokal, mulai dari sektor pariwisata hingga pemberantasan perlintasan ilegal.

SAMBAS — Pemerintah Kabupaten Sambas memastikan pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk akan mengubah wajah kawasan perbatasan di Kecamatan Paloh. Beroperasinya pos ini tidak hanya membuka konektivitas resmi ke Sarawak, Malaysia, tetapi juga menjadi momentum transformasi ekonomi bagi desa yang selama ini dikenal dengan destinasi pantainya itu.

Bupati Sambas, Satono, mengungkapkan bahwa peresmian PLB Temajuk dilakukan langsung oleh Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Makhruzi Rahman, pada Jumat (21/9/2026). Menurutnya, keberadaan pos ini menjadi jawaban atas kebutuhan konektivitas antarwilayah yang selama ini dinanti warga perbatasan.

Dampak Langsung ke Pariwisata dan UMKM

Satono menjelaskan bahwa Temajuk memiliki potensi besar di sektor wisata alam, khususnya pantai yang kerap dikunjungi warga Kalimantan Barat. Dengan adanya PLB, ia optimistis kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat signifikan.

"Sektor pariwisata jalan, UMKM jalan dan ekonomi lokal menggeliat," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Sabtu (22/9/2026).

Peningkatan aktivitas ekonomi ini dinilai akan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat. Alur distribusi barang dan jasa antarnegara yang sebelumnya terkendala jarak dan biaya kini memiliki jalur resmi yang lebih efisien.

Menutup Celah Perlintasan Ilegal

Pembukaan jalur resmi ini juga dimaknai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memberantas praktik perlintasan ilegal. Selama ini, jalur-jalur tikus di kawasan perbatasan kerap dimanfaatkan untuk aktivitas yang merugikan negara dan masyarakat.

"Dibukanya jalur resmi tersebut masyarakat didorong untuk tidak lagi menggunakan jalur-jalur tikus. Sekarang semua akses sudah tersedia dengan prosedur yang legal dan aman," papar Satono.

Ia menegaskan bahwa PLB ini dapat menekan praktik ilegal karena seluruh lalu lintas orang dan barang kini memiliki titik pemeriksaan yang jelas dan terawasi.

Harapan Peningkatan Status Menjadi PLBN

Meski PLB Temajuk telah beroperasi, Pemerintah Kabupaten Sambas belum berhenti berupaya. Satono berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan peningkatan status PLB menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk.

"Peningkatan status tersebut dinilai krusial agar kawasan perbatasan dapat bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Sambas," harap dia.

Status PLBN akan memberikan fasilitas dan kewenangan yang lebih besar, termasuk dalam hal pengelolaan kawasan, imigrasi, bea cukai, serta karantina. Hal ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata yang lebih masif ke depan.

Dengan beroperasinya PLB Temajuk, konektivitas antara Kalimantan Barat dan Sarawak kini memiliki gerbang resmi yang diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru di ujung barat Pulau Kalimantan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks