LANDAK — Satuan tugas gabungan dikerahkan untuk menangani tujuh titik panas yang terdeteksi di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Berdasarkan pantauan, titik api tersebut memiliki klasifikasi sedang dengan estimasi lahan terdampak mencapai 7,6 hektare.
Personel yang dikerahkan dalam operasi ini terdiri dari dua anggota TNI, enam personel BPBD/Damkar, satu personel Manggala Agni, serta tiga relawan. Mereka dibekali empat unit kendaraan roda dua dan satu unit HT untuk memperlancar komunikasi di lapangan.
Sinergi Lintas Instansi Percepat Respons Karhutla
Babinsa Koramil 1210-06/Ngabang, Pelda Cornelius, memimpin langsung proses pemantauan dan pengecekan lapangan. Langkah ini diambil sebagai upaya awal memastikan kondisi di lokasi serta mencegah api berkembang lebih luas.
Keterlibatan berbagai unsur dalam satu tim menjadi kunci percepatan penanganan. Koordinasi antara TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan relawan memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Landak.
Selain Padamkan Api, Babinsa Aktif Sosialisasi ke Warga
Patroli tidak hanya menyasar titik api yang sudah terdeteksi. Pelda Cornelius juga aktif menyusuri daerah rawan karhutla untuk memantau perkembangan situasi secara berkala.
Dalam setiap kesempatan, ia menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar lahan dan cara pencegahan kebakaran. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga agar bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait mencegah serta menangani karhutla di Kalimantan Barat.