Cahaya Harapan di Kota Khatulistiwa: Ribuan Lampion Semarakkan Imlek dan Harmoni di Pontianak

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 15 Februari 2026 | 11:06:03 WIB
Ribuan lampion menerangi jalan protokol Pontianak dalam rangka perayaan Imlek 2577 Kongzili.

PONTIANAK – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, suasana Kota Pontianak kian mempesona dengan pendaran ribuan lampion yang menghiasi ruas-ruas jalan protokol dan pusat keramaian. Pemasangan hiasan khas ini bukan sekadar tradisi visual, melainkan simbol kuat akan harapan baru dan kebersamaan masyarakat yang kian erat.

Peresmian Festival Lampion ini dipusatkan di markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Panca Bhakti, Sabtu malam (14/2/2026), yang menjadi magnet perhatian warga di tengah persiapan menyambut tahun baru.

Wakil Ketua Umum Damkar Panca Bhakti, Jupri Syukur, menjelaskan bahwa momentum Imlek tahun ini membawa pesan mendalam tentang regenerasi dan kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Imlek adalah simbol awal musim semi, sebuah titik balik untuk kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan yang lebih baik. Kami ingin semangat ini menyentuh seluruh warga Pontianak,” ungkap Jupri.


Damkar Panca Bhakti: Pengabdian dan Penyesuaian Kegiatan

Memasuki tahun keempat perjalanannya, Damkar Panca Bhakti terus bertransformasi menjadi organisasi sosial yang krusial bagi warga. Berikut adalah poin-poin penting terkait langkah organisasi tahun ini:

Aspek KegiatanDetail Kebijakan & Harapan
Transformasi OrganisasiMendorong regenerasi dengan melibatkan aktif peran generasi muda.
InfrastrukturFokus pada pembenahan fasilitas dan peningkatan kapasitas pelatihan personel.
Atraksi BudayaMemastikan tidak berpartisipasi dalam atraksi Tatung pada perayaan tahun ini.
Komitmen SosialMemperkuat peran dalam pemadaman kebakaran dan aksi kemanusiaan mandiri.

Keistimewaan perayaan tahun ini terletak pada letaknya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Menanggapi hal tersebut, Damkar Panca Bhakti menunjukkan sikap toleransi yang tinggi melalui penyesuaian agenda organisasi.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat Muslim yang menjalankan ibadah puasa tetap dapat beribadah dengan tenang tanpa terganggu oleh hiruk-pikuk perayaan. Penyesuaian jadwal kegiatan menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Kalimantan Barat tetap terjaga dalam bingkai harmoni sosial yang matang.

“Kami melakukan koordinasi agar seluruh jadwal kegiatan tidak berbenturan dengan waktu ibadah umat Muslim. Inilah esensi kebersamaan yang sesungguhnya di Pontianak,” tambahnya.

Melalui kemilau ribuan lampion ini, Kota Pontianak kembali menegaskan identitasnya sebagai kota yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga tangguh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Reporter: Redaksi
Back to top