Pencarian

Komisi I DPR Dukung Bandara Kertajati Disulap Jadi Pusat Perawatan Hercules, Target Gaet Pasar Asia

Senin, 25 Mei 2026 • 19:26:20 WIB
Komisi I DPR Dukung Bandara Kertajati Disulap Jadi Pusat Perawatan Hercules, Target Gaet Pasar Asia
Komisi I DPR mendukung pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules.

KALIMANTAN BARAT — Dave Laksono secara terbuka menyambut baik gagasan yang tengah dimatangkan pemerintah itu. Menurutnya, pengembangan MRO khusus pesawat angkut berat C-130 Hercules di Kertajati merupakan peluang strategis yang tak boleh dilewatkan.

Dari Bandara Komersial ke Pusat Perawatan Pesawat Militer

Rencana ini mengubah haluan pemanfaatan bandara yang sebelumnya digadang-gadang sebagai hub penerbangan komersial. Kertajati, yang berlokasi di Jawa Barat, dinilai memiliki landasan pacu dan area apron yang memadai untuk menangani pesawat sekelas Hercules.

“Kami di Komisi I mendukung penuh inisiatif ini. Ini bukan sekadar soal perawatan pesawat, tapi juga membangun ekosistem aviasi yang lebih mandiri,” ujar Dave dalam keterangan yang diterima, kemarin.

Dampak Ekonomi Lokal dan Penghematan Devisa

Selama ini, perawatan berat pesawat militer jenis Hercules kerap dilakukan di luar negeri, seperti Singapura atau Australia. Dengan adanya pusat MRO di Kertajati, pemerintah berpotensi menghemat devisa negara yang selama ini mengalir ke luar.

Tak hanya itu, kehadiran bengkel pesawat skala Asia diprediksi menyerap ribuan tenaga kerja teknis. Mulai dari mekanik, teknisi avionik, hingga tenaga logistik. Masyarakat sekitar bandara pun bisa ikut menikmati efek berganda dari aktivitas ekonomi baru ini.

Kesiapan Infrastruktur dan Sertifikasi Jadi Pekerjaan Rumah

Meski disambut positif, sejumlah tantangan teknis masih mengemuka. Bandara Kertajati harus memenuhi standar ketat dari otoritas penerbangan sipil dan militer untuk bisa beroperasi sebagai pusat MRO. Sertifikasi dari pabrikan pesawat, dalam hal ini Lockheed Martin, juga menjadi syarat mutlak.

“Kita perlu memastikan hanggar, peralatan uji, dan suku cadang benar-benar siap. Jangan sampai fasilitasnya ada tapi tidak bisa dipakai karena masalah regulasi,” tambah Dave.

Prospek Jadi Pusat MRO Regional

Posisi geografis Indonesia yang diapit dua samudra membuat Kertajati punya nilai tawar tinggi. Banyak negara di Asia Tenggara dan Pasifik yang masih mengoperasikan Hercules dan membutuhkan jasa perawatan berkala. Jika terealisasi, Kertajati bisa menjadi alternatif bagi negara-negara tetangga yang selama ini menggantungkan MRO pada basis di AS atau Eropa.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan dan TNI AU, disebut tengah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan proyek ini. Belum ada angka pasti soal nilai investasi yang dibutuhkan, namun estimasi awal mencapai ratusan miliar rupiah untuk tahap pertama.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks