PONTIANAK – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan percepatan pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah hulu Kalimantan Barat (Kalbar). Seiring meningkatnya tinggi muka air sungai per Jumat (20/2/2026) malam, kapal-kapal tanker yang sebelumnya tertahan kini telah bergerak menuju Fuel Terminal Sintang.
Langkah ini diharapkan segera menstabilkan pasokan BBM di SPBU yang sempat terdampak akibat fenomena alam surutnya air sungai.
Pertamina memprioritaskan normalisasi distribusi pada lima kabupaten kunci di wilayah hulu:
Kabupaten Sintang
Kabupaten Melawi
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sekadau
Untuk memastikan stok sampai ke tangan masyarakat lebih cepat, Pertamina tidak hanya mengandalkan jalur sungai, tetapi juga menjalankan skema distribusi alternatif:
| Jalur Distribusi | Strategi Percepatan |
|---|---|
| Jalur Darat | Optimalisasi armada mobil tangki langsung dari Integrated Terminal Pontianak. |
| Dermaga Alternatif | Pengaktifan titik bongkar sementara di Sanggau untuk memangkas waktu tempuh. |
| Skema Alih Muat | Transfer BBM dari kapal ke mobil tangki dilakukan secara fleksibel di titik-titik strategis. |
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa stok BBM untuk Kalimantan Barat secara umum dalam kondisi aman. Penyaluran ke SPBU, terutama di jalur-jalur pusat aktivitas masyarakat, terus diprioritaskan.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap tenang dan bijak dalam melakukan pembelian selama proses pemulihan ini. Dukungan dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sangat membantu kelancaran distribusi agar tepat sasaran,” ujar Edi Mangun, Minggu (22/2/2026).
Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mendapatkan informasi resmi melalui Pertamina Contact Center 135. Pengawasan di lapangan tetap diperketat bersama aparat kepolisian guna menghindari praktik spekulasi di tengah masa pemulihan.