PONTIANAK — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, membuka agenda Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan Kalimantan Barat (Saprahan Khatulistiwa) 2026 di Halaman Parkir Ayani Megamall, Senin pagi. Kegiatan ini menjadi instrumen strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kekuatan tradisi lokal dengan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Harisson, yang membacakan sambutan Gubernur Kalbar, menekankan pentingnya transformasi bagi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, sinergi antara sektor pariwisata dan UMKM harus dikelola secara profesional serta berkelanjutan untuk memastikan dampak ekonomi yang merata.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong pelaku UMKM untuk segera melakukan inovasi produk dan penguatan branding. Harisson menyebut, langkah "naik kelas" bagi pengusaha lokal hanya bisa dicapai melalui peningkatan kualitas, sertifikasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam rantai pemasaran.
"UMKM harus didorong untuk naik kelas melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, penguatan branding, serta pemanfaatan teknologi digital. Begitu pula sektor pariwisata harus dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujar Harisson di hadapan peserta seremoni.
Sektor pariwisata di Kalimantan Barat sendiri menunjukkan tren pertumbuhan positif pada awal tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10.299 orang, naik signifikan sebesar 20,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Saprahan Khatulistiwa 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran, namun menyediakan program konkret bagi pelaku usaha. Tersedia Pojok UMKM yang memberikan layanan pendampingan ekspor, pengurusan sertifikasi halal, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi acara.
Panitia juga meluncurkan desain terbaru Tenun Ikat Sintang sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk kriya unggulan daerah. Selain itu, terdapat kompetisi barista yang dirancang untuk mengasah talenta muda dalam industri kopi yang tengah berkembang pesat di Kalimantan Barat.
"Saprahan bukan hanya tentang kebersamaan di meja makan, tetapi juga tentang kebersamaan dalam membangun masa depan Kalimantan Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan," kata Harisson menambahkan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengapresiasi ketahanan ekonomi Kalimantan Barat yang tetap kokoh di tengah ketidakpastian pasar global. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat menyentuh angka 5,39 persen (yoy), meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,9 persen.
Angka pertumbuhan tersebut menempatkan Kalimantan Barat sebagai salah satu wilayah dengan performa ekonomi tertinggi di Pulau Kalimantan. Dari sisi pengendalian harga, tingkat inflasi Kalbar pada Maret 2026 berada di level 2,89 persen (yoy), yang merupakan angka terendah di seluruh regional Kalimantan.
Ricky juga menyoroti akselerasi digitalisasi keuangan di Bumi Khatulistiwa. Saat ini, jumlah merchant QRIS di Kalbar telah mencapai 501 ribu dengan total pengguna melampaui 804 ribu orang. Volume transaksi digital tersebut tercatat sebanyak 16,7 juta transaksi, yang didominasi oleh pelaku usaha mikro dan kecil.
"Penguatan UMKM dan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan masyarakat harus duduk bersama agar manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan secara merata," pungkas Ricky.
Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kalbar Erlina, Konsul Jenderal Malaysia di Pontianak Azizul Zekri, Anggota DPD RI Erlinawati, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.