Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja operasional dan rencana pengembangan Pelabuhan Sungai Lais, Palembang, pada pekan ini. Peninjauan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan standar pelayanan pelabuhan tetap efisien dan kompetitif dalam mendukung rantai pasok di wilayah Sumatra Selatan. Kehadiran jajaran pengawas ini sekaligus mempertegas komitmen Pelindo dalam mengakselerasi transformasi layanan pasca-merger di seluruh wilayah kerja mereka.
Wakil Komisaris Utama Pelindo Suntana bersama Komisaris Pelindo Arief Poyuono meninjau langsung fasilitas di Pelabuhan Sungai Lais yang dikelola oleh Pelindo Regional 2 Palembang. Kunjungan kerja ini difokuskan pada monitoring dan evaluasi (monev) atas capaian kinerja serta mematangkan peta jalan pengembangan pelabuhan ke depan. Manajemen pusat ingin memastikan bahwa setiap simpul logistik di daerah memiliki daya saing tinggi dan mampu menekan biaya logistik nasional.
Dalam pertemuan tersebut, General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, memaparkan laporan komprehensif mengenai performa operasional dan berbagai pencapaian perusahaan. Fokus utama pembahasan mencakup optimalisasi fasilitas dermaga dan infrastruktur pendukung lainnya guna mempercepat proses bongkar muat. Efisiensi di Pelabuhan Sungai Lais dianggap krusial mengingat perannya sebagai salah satu pintu masuk komoditas penting di Sumatra Selatan.
Diskusi antara dewan komisaris dan manajemen lokal juga menyoroti peluang penguatan konektivitas logistik. Pelindo menargetkan transformasi layanan yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga aspek keamanan dan keandalan. Dengan perbaikan sistematis, Pelabuhan Sungai Lais diproyeksikan mampu menangkap potensi pasar yang lebih luas di tengah pertumbuhan ekonomi regional yang terus menggeliat.
Kunjungan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi di internal grup perusahaan. Sejumlah pimpinan anak dan cucu usaha Pelindo turut hadir untuk memastikan integrasi layanan di lapangan berjalan tanpa hambatan. Koordinasi lintas entitas ini melibatkan berbagai unit spesialis yang memegang peran vital dalam rantai layanan pelabuhan di Palembang.
Beberapa pimpinan yang hadir antara lain Area Manager PT Pelindo Jasa Maritim Area Sumatra 4, General Manager PT Jasa Armada Indonesia Tbk Area IV Palembang, serta Area Manager PT IPC Container Terminal Palembang. Selain itu, hadir pula Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang, General Manager PT Multi Terminal Indonesia Regional 3 Palembang, serta Site Manager PT Berkah Industri Mesin Gantung Palembang.
Manajemen Pelindo Regional 2 Palembang menyatakan komitmennya untuk terus menggulirkan inovasi dalam setiap lini pelayanan. Upaya ini sejalan dengan arahan dewan komisaris yang menekankan pentingnya peran pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Sungai Lais diharapkan tidak sekadar menjadi tempat singgah kapal, tetapi bertransformasi menjadi hub logistik yang kompetitif di level nasional.
Melalui pengawasan ketat dan arahan strategis dari dewan komisaris, Pelindo optimistis pengembangan Pelabuhan Sungai Lais akan memberikan dampak instan pada kelancaran arus barang. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor maritim Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Palembang sebagai pusat kegiatan ekonomi yang strategis di jalur perdagangan Sumatra.