PONTIANAK — Keputusan juri yang menyalahkan jawaban benar dari regu SMAN 1 Pontianak di babak final LCC Empat Pilar Kalbar memicu polemik berkepanjangan. Regu tersebut kehilangan lima poin, sementara regu SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa justru mendapatkan tambahan 10 poin.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, akhirnya memutuskan untuk mengulang pertandingan final. Keputusan ini diambil setelah pihaknya mendengar penjelasan dari Sekretariat Jenderal MPR selaku penyelenggara.
Jika tidak ada kesalahan penjurian, perolehan poin akhir justru menempatkan SMAN 1 Pontianak di posisi pertama. Berdasarkan perhitungan ulang, SMAN 1 Pontianak mengumpulkan total 85 poin, unggul lima poin dari SMAN 1 Sambas dengan 80 poin.
Koreksi poin terjadi di sesi ketiga. Pada sesi tersebut, SMAN 1 Pontianak yang awalnya mendapat 0 poin berubah menjadi 15 poin. Sementara itu, poin SMAN 1 Sambas turun dari 20 menjadi 10 poin setelah jawaban yang dinilai benar sebelumnya dikoreksi.
Berikut rincian perolehan poin setelah simulasi koreksi:
Menanggapi polemik ini, MPR memastikan proses penjurian pada lomba ulang akan dilakukan oleh pihak independen. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas kompetisi.
“Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” kata Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/5).
Pimpinan MPR juga berkomitmen mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir. Keputusan final untuk mengulang pertandingan diambil setelah mendengar klarifikasi dari pihak penyelenggara.
“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” ujar Muzani.
Dengan adanya keputusan ini, status SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar ke tingkat nasional belum final. Kedua regu harus bersiap kembali untuk memperebutkan tiket tersebut dalam waktu dekat.