PONTIANAK — Perputaran uang selama Pekan Raya Pontianak (PRP) edisi kedua di Rumah Radakng mencapai angka signifikan. Ketua Panitia PRP, Solihin, mencatat omzet kotor setiap stand UMKM kulineran tembus Rp 20 juta selama sepuluh hari penyelenggaraan.
Dengan total 65 stand UMKM, perputaran uang di event ini diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar. “Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ujar Solihin saat penutupan, Rabu (13/5/2026) malam.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menyebut jumlah pengunjung PRP tembus 20 ribu orang. Event yang berlangsung dua minggu ini dinilai menjadi magnet bagi warga Pontianak dan sekitarnya.
“Dari informasi yang saya dapatkan, selama pelaksanaan ini bisa tembus dua puluh ribu pengunjung,” kata Satarudin.
Meski hujan turun di malam penutupan, antusiasme warga tidak surut. Arena permainan, musik, dan kuliner UMKM dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama.
Satarudin mengapresiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak yang membuka pos pelayanan pembayaran PBB di lokasi PRP. Layanan itu dinilai sebagai bukti program pemerintah hadir di tengah masyarakat.
“Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” ungkapnya.
Tak hanya Bapenda, Dinas Kesehatan dan petugas BPBD unit damkar juga diterjunkan selama event berlangsung. Satarudin menegaskan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terus diperkuat.
Untuk PRP ketiga pada 2027, Satarudin mendorong seluruh OPD Pemkot Pontianak, BUMN, BUMD, hingga kementerian vertikal turut berkontribusi. Menurutnya, setiap lembaga memiliki program yang bisa disosialisasikan di lokasi event.
“Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” pintanya.
Ia berharap PRP mendatang bisa lebih besar, ruang UMKM diperbanyak, dan hiburan dikemas lebih kreatif. Targetnya, event ini tidak hanya dinanti warga Pontianak, tetapi juga masyarakat dari kabupaten lain di Kalbar dan luar provinsi.
Ketua Panitia PRP, Solihin, menyambut positif ide tersebut. “Beliau ingin di acara ini, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan dari setiap lembaga pemerintahan. Ini bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ucapnya optimis.