SMAN 1 Pontianak Resmi Tolak Final LCC Diulang, MPR Tunggu Surat Permintaan dari Sekolah

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 12:11:41 WIB
SMAN 1 Pontianak menolak pengulangan final LCC dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar.

PONTIANAK — Polemik hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 menemukan titik terang. SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan menolak hasil final diulang dan justru mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar di ajang nasional.

Keputusan itu disampaikan langsung Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak saat bertemu jajaran pimpinan MPR RI di gedung MPR, Kamis (14/5/2026). Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengonfirmasi hal tersebut kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Keputusan Final: Legowo dan Dukung Lawan

"Kepala Sekolah SMAN 1 bersama Wakil Kepala Sekolah menyatakan bahwa secara internal, SMAN 1 telah menerima hasil sesuai dengan apa yang telah diputuskan dan mereka menjadi juara 2 dan mendukung SMA Sambas untuk bisa menjadi wakil dari Kalimantan Barat di tingkat final nasional," kata Eddy.

Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar Abraham Liyanto, serta Sekjen MPR Siti Fauziah. Eddy mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang disebutnya sebagai bentuk semangat ke-Indonesiaan dan jiwa ksatria.

MPR Masih Menunggu Surat Resmi dari Sekolah

Meski pernyataan lisan telah diterima, MPR masih menunggu dokumen tertulis dari SMAN 1 Pontianak. Eddy menyebut surat resmi itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan di internal MPR.

"Kami selaku penyelenggara dari LCC, menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan (surat) juga kepada MPR secara resmi, sehingga nanti di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membuat keputusan baru agar apa yang diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa tentu kita penuhi berdasarkan surat permintaan yang mereka kirimkan," ujar Eddy.

Dua Juri LCC Dinonaktifkan, Sanksi Masih Didalami

Di sisi lain, MPR tidak tinggal diam soal kontroversi penilaian yang memicu protes. Sekjen MPR Siti Fauziah memastikan dua juri yang bertugas di final LCC Kalbar telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC berikutnya.

"Dinonaktifkan dari kegiatan LCC selanjutnya. (Sanksi) masih didalami," ujarnya.

Eddy menambahkan, pimpinan MPR telah menginstruksikan Sekjen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan sikap juri. Hasil evaluasi itu akan menjadi rekomendasi bagi pimpinan MPR untuk menentukan tindakan lebih lanjut.

Sejak Awal Tak Ingin Batalkan Hasil Lomba

Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa sekolahnya sejak awal tidak pernah berniat membatalkan hasil perlombaan. Langkah yang diambil sebelumnya semata-mata untuk meminta klarifikasi proses penilaian.

"SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," kata Indang.

Dengan keputusan ini, SMAN 1 Sambas dipastikan tetap menjadi wakil Kalimantan Barat di ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional. SMAN 1 Pontianak pun menyatakan akan tetap berpartisipasi di kompetisi serupa di masa mendatang.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top