PONTIANAK — Kontroversi yang mewarnai final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada awal Mei 2026 berujung pada evaluasi sistemik. Badan Sosialisasi MPR RI memutuskan menunda seluruh rangkaian lomba di 23 provinsi yang belum melaksanakan agenda serupa hingga format penilaian diperbaiki.
Keputusan ini diambil setelah rapat pimpinan Badan Sosialisasi pada Selasa (12/5/2026) dan rapat gabungan dengan pimpinan MPR. Hingga 9 Mei 2026, baru 15 provinsi yang menggelar LCC, dengan Kalbar sebagai penyelenggara ke-15 yang memicu perdebatan publik.
Dalam proses evaluasi, SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas secara resmi menyurati MPR. Kedua sekolah menyatakan menolak pelaksanaan ulang lomba cerdas cermat yang sempat menjadi opsi penyelesaian sengketa.
"Rapat gabungan dengan pimpinan MPR hari ini memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua sekolah tersebut. Kami menilai bahwa sikap yang ditunjukkan dalam pernyataan kedua sekolah ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR itu sendiri," ujar Abraham di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Poin utama perubahan ada pada struktur dewan juri. Ke depan, MPR tidak lagi menggunakan juri dari unsur sebelumnya, melainkan pakar hukum tata negara atau dosen perguruan tinggi setempat di setiap provinsi.
"Dengan format baru ini, pihaknya berharap sosialisasi Empat Pilar dapat semakin membumi dan mudah dipahami masyarakat," kata Abraham dalam konferensi pers yang turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman dan Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
Meski terjadi penundaan, Abraham menegaskan LCC Empat Pilar tidak dibatalkan. Agenda ini tetap menjadi instrumen sosialisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.
"Mudah-mudahan ke depan sosialisasi Empat Pilar ini bisa lebih membumi, sehingga target pemahaman bagi 280 juta warga Indonesia dapat tercapai, demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sikap ini sudah dicontohkan dengan sangat baik oleh adik-adik kita dari kedua sekolah tersebut," tutup Abraham.