Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Landa 7 Kabupaten di Kalbar, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Akhir Mei 2026

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 09:51:01 WIB
BMKG Kalbar mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir di tujuh kabupaten.

PONTIANAK — BMKG Kalbar memperbarui analisis cuaca pada Kamis (21/5/2026) pukul 07.00 WIB, yang menunjukkan dinamika atmosfer masih memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprediksi melanda tujuh kabupaten, yaitu Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Melawi.

Tujuh Kabupaten Ini Wajib Waspada Hujan Lebat

BMKG mengimbau warga di tujuh kabupaten tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain potensi genangan air, hujan lebat juga berpotensi disertai sambaran petir dan angin kencang yang hanya berlangsung singkat. Kondisi ini perlu diantisipasi terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di daerah rawan banjir.

Memasuki Akhir Mei, Ancaman Karhutla Kembali Mengintai

Memasuki akhir Mei, sebagian wilayah Kalbar mulai memasuki kondisi yang mendukung terjadinya karhutla. BMKG menjelaskan, faktor pemicunya adalah berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara di beberapa daerah. Periode kritis diprakirakan terjadi pada 24 hingga 27 Mei 2026.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Pelanggaran terhadap imbauan ini tidak hanya berisiko terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berujung pada sanksi hukum.

Imbauan BMKG: Pantau Informasi Resmi dan Hindari Bakar Lahan

BMKG Kalbar meminta warga untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi melalui situs BMKG Kalbar. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi maupun karhutla yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi maupun karhutla," demikian pernyataan resmi BMKG Kalbar dalam rilisnya, Kamis (21/5/2026).

Reporter: Luqman Arif
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top