Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono: Bela Negara Kunci Hadapi Hoaks dan Perundungan di Era Digital

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 15:23:02 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak generasi muda untuk cerdas dalam menyaring informasi di era digital.

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa lagi dibebankan semata-mata kepada TNI dan Polri. Di era digital yang deras dengan arus informasi, setiap warga negara, terutama pelajar, wajib memiliki kemampuan menyaring berita dan menolak perpecahan.

Ancaman Digital: Hoaks, Fitnah, hingga Perundungan

Menurut Edi, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dua sisi yang kontras. Di satu sisi, kemajuan ini mempercepat pelayanan publik dan mendukung konsep smart city di Pontianak. Namun, di sisi lain, teknologi menjadi celah masuknya konten negatif jika tidak digunakan secara bijak.

“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.

Ia mencontohkan peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perbincangan nasional. Kejadian itu, kata Edi, menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda agar tidak terburu-buru menghakimi dan tidak ikut menyebarkan komentar negatif yang bisa merugikan orang lain.

Empat Pilar Kebangsaan Jadi Benteng Generasi Muda

Edi menambahkan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelajar yang hidup di tengah gempuran budaya digital.

“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya.

Bela Negara Bukan Sekadar Seragam dan Baris-Berbaris

Edi menekankan bahwa pemahaman bela negara tidak lagi identik dengan kegiatan militer. Di era digital, bela negara berarti cerdas memilih informasi, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menggunakan akal untuk menilai persoalan secara jernih.

“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.

Ia berharap para pelajar Kota Pontianak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan bijak dalam bermedia sosial. Menurut Edi, generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha yang sangat dekat dengan gawai harus menjadi garda terdepan dalam melawan disinformasi.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top