PONTIANAK — Reuni tahunan SMA Negeri 4 Pontianak tahun ini tak sekadar ajang nostalgia. Gubernur Kalbar Ria Norsan yang hadir bersama Ketua TP PKK Erlina Norsan langsung memanfaatkan momen itu untuk mengajak para alumni berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar pada Minggu (24/5/2026) itu diikuti alumni dari angkatan 1981 hingga 2025. Sebelum memasuki acara inti, peserta mengikuti senam pagi bersama di halaman pendopo.
Erlina Norsan, yang juga alumni SMAN 4 Pontianak, menyebut panitia merangkai acara dengan pelayanan kesehatan gratis dan bazar UMKM. Stand bazar TP PKK Provinsi Kalbar turut memeriahkan kegiatan.
“Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi seluruh alumni dan membawa semangat kebersamaan untuk bersama-sama membangun Kalimantan Barat yang kita cintai,” ujar Erlina.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan bahwa reuni adalah momentum memperkuat nilai kebersamaan yang sudah terbangun sejak bangku sekolah. Ia mengingatkan para alumni yang kini tersebar di berbagai profesi untuk tetap rendah hati.
“Jangan sampai ada kesombongan di antara kita, karena kesombongan dapat merusak segalanya. Apa yang kita miliki hari ini hanyalah titipan Allah SWT dan semuanya bersifat sementara,” pesannya.
Orang nomor satu di Kalbar itu juga membuka pintu kritik. Ia meminta masukan dari masyarakat jika ada kebijakan pemerintahan yang dirasa kurang tepat. “Saya tidak anti kritik, namun sampaikanlah dengan cara yang baik dan membangun,” tutupnya.
Menurut Ria Norsan, kekuatan alumni tidak hanya berguna untuk menjaga silaturahmi. Jaringan yang luas dan beragam latar belakang profesi dinilai bisa menjadi modal sosial untuk memajukan dunia pendidikan dan generasi muda di Kalbar.
“Yang hadir hari ini bukan sekadar alumni dari berbagai angkatan, tetapi orang-orang dengan perjalanan hidup yang luar biasa. Kekuatan alumni ini diharapkan tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan, persatuan dan toleransi yang sudah menjadi ciri khas Kalimantan Barat harus terus dijaga. “Mudah-mudahan kegiatan reuni ini dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah kita. Jagalah persatuan dan kesatuan,” ajaknya.