SANGGAU — Pemerintah Kabupaten Sanggau tidak ingin peringatan Hari Buruh hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum 1 Mei 2026 digunakan untuk meluncurkan program Samer Weekend, sebuah forum dialog rutin antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah.
Samer Weekend dirancang sebagai ruang komunikasi tiga arah yang digelar setiap akhir pekan. Wakil Bupati Sanggau menyebut program ini menjadi jembatan untuk membahas hak dan kewajiban kedua belah pihak secara terbuka.
"Kami ingin menciptakan iklim kerja yang adil dan produktif. Tidak ada yang dirugikan, baik buruh maupun perusahaan," ujarnya dalam sambutan peringatan Hari Buruh di Sanggau.
Angka perselisihan hubungan industrial di Kalimantan Barat masih cukup tinggi, terutama terkait upah dan jam kerja. Pemkab Sanggau menilai perlu ada forum preventif yang bisa menjembatani komunikasi sebelum masalah membesar.
Program ini menyasar seluruh sektor usaha di Sanggau, mulai dari perkebunan sawit, industri pengolahan, hingga UMKM. Setiap sesi Samer Weekend akan menghadirkan mediator dari Dinas Tenaga Kerja setempat.
Kalangan pengusaha menyambut positif inisiatif ini. Mereka menilai forum semacam ini bisa mengurangi kesalahpahaman yang sering muncul akibat minimnya komunikasi langsung. Sementara itu, perwakilan buruh berharap program ini tidak sekadar wacana dan bisa berjalan konsisten setiap pekan.
Pemkab Sanggau berencana mengevaluasi efektivitas Samer Weekend setiap tiga bulan sekali. Jika terbukti menekan angka pengaduan tenaga kerja, program ini akan diperluas ke tingkat kecamatan.