Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Kubu Raya, Wakil Bupati Sebut Paguyuban Jadi Perekat Sosial Lintas Etnis

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:31:17 WIB
Wakil Bupati Kubu Raya menyatakan pagelaran wayang kulit sebagai simbol kerukunan lintas etnis.

KUBU RAYA — Wakil Bupati Kubu Raya menyebut pagelaran wayang kulit yang digelar semalam suntuk oleh paguyuban setempat bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan cerminan nyata harmoni sosial di Bumi Khatulistiwa. Menurutnya, inisiatif dari paguyuban ini justru menjadi ruang pertemuan yang paling organik bagi warga lintas etnis.

"Pagelaran wayang kulit ini membuktikan bahwa seni tradisi mampu meruntuhkan sekat-sekat perbedaan. Paguyuban punya peran vital sebagai motor penggerak kerukunan," ujar Wakil Bupati dalam sambutannya di sela acara.

Ajang Silaturahmi yang Cair dan Inklusif

Acara yang berlangsung sejak sore hingga larut malam itu dihadiri oleh masyarakat dari etnis Melayu, Dayak, Tionghoa, serta pendatang dari Jawa dan Bugis. Mereka duduk lesehan bersama menyaksikan lakon wayang yang sarat pesan moral.

Suasana keakraban terlihat dari antrean warga yang saling bergantian menikmati hidangan tradisional yang disediakan paguyuban. Anak-anak muda juga turut berpartisipasi membantu jalannya acara, mulai dari urusan sound system hingga konsumsi.

Paguyuban sebagai Wadah Merawat Kebhinekaan

Wakil Bupati menambahkan bahwa di Kubu Raya yang multietnis, paguyuban bukan sekadar organisasi kultural. Lebih dari itu, paguyuban menjadi ruang negosiasi sosial yang efektif untuk meredam potensi gesekan antar kelompok.

"Perbedaan etnis dan agama di Kubu Raya bukan penghalang. Justru paguyuban yang hadir dari berbagai komunitas ini menjadi perekat yang paling kuat. Mereka yang rutin bertemu, ngopi bareng, dan kerja bakti," jelasnya.

Seni Tradisi Jadi Magnet Warga Antar Generasi

Pagelaran wayang kulit ini juga dinilai berhasil menjembatani kesenjangan generasi. Tak sedikit warga usia muda yang antusias mengabadikan momen pertunjukan melalui ponsel mereka dan mengunggahnya ke media sosial.

Sejumlah tokoh masyarakat berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin. Mereka menilai, paguyuban perlu didukung anggaran agar program-program kebudayaan yang inklusif bisa terus berjalan.

Wakil Bupati pun berjanji akan memfasilitasi paguyuban-paguyuban yang ingin menggelar kegiatan serupa. "Pemerintah daerah akan membuka ruang seluas-luasnya. Selama itu untuk kepentingan kerukunan, kami dukung penuh," pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top