KALIMANTAN BARAT — Persaingan di sektor logistik dan pelabuhan kian ketat. Di tengah tekanan untuk terus efisien, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) justru memilih memperkuat fondasi paling mendasar: keselamatan kerja. Perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai program peningkatan kesadaran K3L, mulai dari safety induction, drill and exercise, hingga forum keselamatan di berbagai titik operasional.
Program-program ini bukan sekadar seremonial. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menegaskan bahwa aspek keselamatan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan operasional anak usaha. "Seiring transformasi bisnis group perusahaan, kami terus memastikan agar anak usaha operasional kami membangun aspek keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan operasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Retno menambahkan, komitmen ini diambil untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga sehat, aman, dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung ekosistem kepelabuhanan nasional yang lebih tangguh.
Program-program K3L yang dijalankan SPSL menyasar langsung para pekerja dan mitra kerja di lapangan. Melalui safety induction, setiap individu yang akan memasuki area operasional dibekali pemahaman tentang potensi bahaya dan prosedur keselamatan. Sementara itu, drill and exercise secara berkala dilakukan untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Dengan pemahaman yang merata, risiko kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan bisa ditekan seminimal mungkin. Hal ini pada akhirnya berdampak pada kelancaran arus logistik, yang menjadi urat nadi perekonomian Indonesia.
Penguatan budaya K3L ini menjadi bukti bahwa transformasi bisnis di tubuh Pelindo tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial. Aspek keselamatan dan keberlanjutan operasional menjadi prioritas yang setara, memastikan setiap layanan yang diberikan kepada pelanggan berjalan tanpa hambatan berarti.