FIFA Larang Pemain Tinggalkan Lapangan Saat Kiper Pura-Pura Cedera di Piala Dunia 2026

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 01 Juni 2026 | 02:57:01 WIB
FIFA melarang pemain meninggalkan lapangan saat kiper pura-pura cedera di Piala Dunia 2026.

KALIMANTAN BARAT — Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengonfirmasi larangan ini mengikat seluruh 48 tim peserta. Keputusan diambil setelah Ifab (International Football Association Board) menyetujui perubahan protokol VAR dan aturan perilaku pemain saat kiper tergeletak.

Praktik 'Pura-Pura Cedera' Kiper Jadi Sorotan

Dalam beberapa tahun terakhir, taktik ini menuai kritik tajam. Saat kiper jatuh dan memanggil fisioterapis, pemain lain langsung berlari ke bench untuk mendengar instruksi pelatih. Begitu instruksi selesai, kiper bangkit dan permainan lanjut.

Collina menyebut praktik ini tidak sehat. "Aneh rasanya hanya wasit, fisioterapis, dan kiper yang tersisa di lapangan. Semua pemain lain meninggalkan lapangan. Itu tidak baik," katanya dalam workshop bersama pelatih tim Piala Dunia.

Aturan Baru: Pemain Wajib Diam di Lapangan

FIFA mengadopsi aturan sementara yang sudah diterapkan NWSL (Liga Wanita AS). Jika kiper cedera, semua pemain wajib tetap di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah. Mereka dilarang mendekati bench pelatih.

Aturan ini hanya menyasar satu sisi masalah. Taktik mengulur waktu dengan kiper pura-pura cedera—tanpa pemain lari ke bench—masih bisa terjadi. Collina mengakui wasit akan proaktif mengawasi hal ini.

Menariknya, tidak ada kartu kuning atau sanksi disiplin bagi pelanggar. "Kami sudah sampaikan ke semua pelatih. Wasit akan bertindak tegas, tapi tanpa kartu," ujar Collina.

VAR Kini Bisa Tinjau Pelanggaran Sebelum Bola Dimainkan

Ifab juga menyetujui perubahan besar pada protokol VAR. Kini wasit video bisa meninjau pelanggaran ofensif yang terjadi sebelum bola dimainkan—misalnya saat tendangan sudut atau tendangan bebas.

Keputusan ini dipicu insiden gol Inggris ke gawang Uruguay di Wembley, Maret lalu. Adam Wharton melakukan blok ilegal terhadap Jose Maria Gimenez sebelum tendangan sudut diambil. Bola akhirnya masuk lewat kaki Ben White. Sebelumnya, VAR tak punya wewenang meninjau momen itu.

"Kami yakin ini sangat tidak adil jika gol tetap disahkan padahal bek lawan dihalangi secara ilegal," tegas Collina.

Aturan baru ini hanya berlaku untuk pelanggaran ofensif, bukan pelanggaran defensif seperti menarik atau memegang. Protokol akan diuji coba di Piala Dunia 2026 dan dievaluasi setelah turnamen.

Menutup Mulut Saat Konfrontasi = Kartu Merah

FIFA juga memperkenalkan aturan baru: pemain yang menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat berkonfrontasi dengan lawan akan langsung diganjar kartu merah. Aturan ini muncul setelah insiden Gianluca Prestianni (Benfica) dan Vinicius Jr (Real Madrid) di Liga Champions, Februari lalu. Prestianni dihukum enam pertandingan oleh UEFA karena tindakan homofobik.

"Kalau obrolannya ramah, silakan saja. Tapi kalau konfrontatif, menutup mulut artinya Anda melakukan sesuatu yang sangat salah," kata Collina.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top