Pencarian

Pertamina EP Teken Kontrak Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR, Pasok Listrik Industri di Jawa Barat

Minggu, 31 Mei 2026 • 19:02:01 WIB
Pertamina EP Teken Kontrak Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR, Pasok Listrik Industri di Jawa Barat
Pertamina EP resmi menandatangani kontrak jual beli gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR di ICE BSD, Tangerang.

KALIMANTAN BARAT — Penandatanganan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, dalam rangkaian acara peringatan 50 tahun IPA Convex yang digelar pada 20-22 Mei 2026. Pertamina EP bertindak sebagai pemasok gas, sementara PHR menjadi pihak yang mengangkut dan menyerahkan gas ke pembeli.

Pasokan Gas untuk Kawasan Industri Cikarang

Cikarang Listrindo merupakan pemasok listrik utama bagi ribuan pabrik di kawasan industri Cikarang, Bekasi, dan sekitarnya. Dengan kontrak ini, pasokan gas dari Pertamina EP diharapkan menjaga keandalan pembangkit listrik milik Cikarang Listrindo.

Direktur Utama Pertamina EP, John Anis, menyebut kerja sama ini sebagai wujud sinergi antar anak usaha Pertamina. “Kami tidak hanya menjual gas, tapi juga memastikan industri di Jawa Barat mendapatkan pasokan energi yang stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Sinergi Holding Migas Pertamina

Kesepakatan ini melibatkan tiga entitas dalam satu holding: Pertamina EP sebagai produsen, PHR sebagai operator transportasi, dan Cikarang Listrindo sebagai pengguna akhir. Model bisnis terintegrasi seperti ini dinilai mampu menekan biaya logistik dan harga jual gas ke industri.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa kontrak jangka panjang ini mendukung program pemerintah dalam meningkatkan utilisasi gas bumi domestik. “Ini bagian dari upaya kami mendorong substitusi impor BBM dengan gas yang lebih bersih dan efisien,” jelasnya.

Dampak bagi Industri dan Perekonomian

Pasokan gas yang andal menjadi krusial bagi kawasan industri Cikarang yang menyerap jutaan tenaga kerja. Gangguan pasokan energi selama ini kerap memicu penurunan produksi pabrik-pabrik otomotif, elektronik, dan makanan-minuman di wilayah tersebut.

Dengan kontrak baru ini, Pertamina EP memproyeksikan volume pengiriman gas akan meningkat secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Cikarang Listrindo sendiri tercatat memiliki kapasitas pembangkit terpasang lebih dari 1.000 megawatt yang sebagian besar berbahan bakar gas.

Kesepakatan ini menjadi salah satu kontrak jual beli gas terbesar yang ditekan di ajang IPA Convex tahun ini, menandai optimisme pelaku industri migas terhadap pemulihan permintaan energi sektor manufaktur pasca-pandemi.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks