Tren Laptop 8GB RAM Kembali Marak, Pilihan Murah yang Perlu Dipertimbangkan Matang

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 21:09:31 WIB
Laptop dengan RAM 8GB kembali menjadi pilihan populer di ajang Computex 2025.

KALIMANTAN BARAT — Sejumlah laptop anyar yang diperkenalkan di ajang Computex 2025 dan beberapa pekan sebelumnya kembali mengusung RAM 8GB sebagai opsi standar. Padahal, tak lama berselang, 16GB sempat dianggap sebagai kebutuhan minimum untuk laptop kelas menengah. Kini, Dell XPS 13 edisi terbaru, Acer Swift Air 14, Chuwi UniBook, dan Microsoft Surface Laptop for Business 13 inci menjadi contoh nyata kembalinya konfigurasi memori yang sempat ditinggalkan ini.

Biaya Produksi dan Jejak MacBook Neo

Fenomena ini tidak lepas dari krisis harga komponen, terutama RAM dan media penyimpanan, yang membuat produsen laptop mencari cara untuk mempertahankan banderol harga tetap bersaing. Langkah ini juga terinspirasi dari kesuksesan MacBook Neo yang justru populer dengan RAM 8GB dan harga yang lebih ramah di kantong. Kabarnya, Apple bahkan menggandakan target produksi MacBook Neo tahun ini dari 5 juta menjadi 10 juta unit.

Produsen laptop Windows pun mengikuti strategi serupa. Dell XPS 13 misalnya, hadir dengan prosesor Intel Wildcat Lake dan RAM 8GB di varian termurahnya, meski opsi 16GB tetap tersedia. Hal yang sama dilakukan Acer untuk lini Swift Air 14 dan Microsoft untuk Surface Laptop for Business 13 inci yang baru dirilis bulan lalu.

Dampak bagi Pengguna di Indonesia

Bagi konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga, kehadiran laptop 8GB RAM dengan harga lebih murah tentu menarik. Laptop dengan RAM 8GB masih mampu menangani tugas sehari-hari seperti browsing, menonton video, menulis dokumen, dan mengirim surel dengan baik. Performa ini sudah dibuktikan oleh MacBook Neo yang menawarkan pengalaman premium meski dengan memori terbatas.

Namun, keputusan membeli laptop dengan RAM 8GB perlu dipertimbangkan lebih dalam, terutama soal daya tahan perangkat. Sebagian besar laptop modern, terutama di kelas tipis dan ringan, sudah menyolder RAM ke motherboard sehingga tidak bisa di-upgrade di kemudian hari. Jika Anda berencana memakai laptop selama 3-5 tahun ke depan, RAM 8GB mungkin akan terasa lambat seiring waktu.

Benturan dengan Era AI dan Copilot+ PC

Kehadiran fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin terintegrasi dengan sistem operasi menjadi faktor krusial. Microsoft sendiri menetapkan syarat minimal RAM 16GB untuk perangkat yang ingin menyandang label Copilot+ PC. Artinya, laptop Surface Laptop for Business 13 inci versi 8GB tidak memenuhi syarat untuk menjalankan fitur AI canggih tersebut secara lokal.

Dengan tren AI yang diprediksi akan semakin dominan di masa depan, memiliki RAM yang lebih besar menjadi semacam investasi. Produsen seperti Qualcomm juga bersiap merilis prosesor Snapdragon C berbasis ARM untuk laptop Windows 11 murah yang kemungkinan besar akan dibekali RAM 8GB, seperti pada Acer Aspire Go 15. Pilihan ini mungkin cocok untuk kebutuhan dasar saat ini, tetapi perlu diingat bahwa tuntutan aplikasi dan sistem operasi akan terus meningkat.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar RAM 8GB di Laptop Baru

Apakah laptop RAM 8GB masih worth it dibeli di tahun 2025?
Masih layak jika Anda hanya membutuhkan perangkat untuk tugas ringan dan memiliki anggaran terbatas. Namun, jika Anda ingin perangkat yang lebih tahan lama atau sering menjalankan aplikasi berat (seperti editing video atau bermain game), sebaiknya pilih varian dengan RAM 16GB.

Apa dampak RAM 8GB terhadap fitur AI di Windows 11?
Laptop dengan RAM 8GB tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi Copilot+ PC, sehingga Anda tidak akan bisa menjalankan fitur AI lokal yang membutuhkan daya komputasi tinggi. Fitur AI dasar yang berjalan di cloud mungkin masih bisa diakses, tetapi pengalaman pengguna bisa kurang optimal.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top