Waskita Karya Kerahkan 11.272 Pekerja, Kejar Progres Sekolah Rakyat di 4 Provinsi Tembus 81,61%

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Senin, 08 Juni 2026 | 19:31:01 WIB
Pekerja Waskita Karya tengah membangun kompleks Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dengan progres fisik mencapai 81,61 persen.

KALIMANTAN BARAT — Waskita Karya tidak main-main dalam mengejar target pembangunan Sekolah Rakyat. Di Sulawesi Selatan saja, BUMN konstruksi ini mengerahkan 11.272 pekerja yang tersebar di lima lokasi berbeda. Hasilnya, progres fisik proyek tersebut sudah menembus 81,61 persen—angka yang jauh di atas rata-rata proyek infrastruktur sosial sejenis.

Lebih dari Sekadar Bangun Ruang Kelas

Proyek ini bukan hanya soal mendirikan tembok dan atap. Waskita merancang lima sekolah itu sebagai kompleks terpadu yang mencakup ruang belajar, asrama, laboratorium, serta fasilitas olahraga. Konsep ini sengaja dipilih agar siswa dari keluarga tidak mampu bisa tinggal dan belajar dalam satu lingkungan yang mendukung.

Manajer Proyek Waskita Karya di Sulsel, Andi Pratama, mengatakan percepatan dilakukan dengan sistem kerja bergilir. "Kami menerapkan dua shift per hari untuk mengejar target operasional tahun ajaran baru," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (17/4).

Dampak Langsung ke Masyarakat

Kehadiran proyek ini langsung terasa di kantong warga. Dari 11.272 pekerja yang dikerahkan, sekitar 65 persen merupakan tenaga kerja lokal asal Sulawesi Selatan. Mereka bekerja sebagai tukang, operator alat berat, hingga tenaga administrasi proyek.

Bagi warga sekitar, proyek ini menjadi sumber penghasilan tambahan di tengah lesunya sektor lain. "Sejak proyek dimulai, omzet warung saya naik dua kali lipat karena banyak pekerja yang belanja di sini," ucap Sari, pemilik kedai di dekat lokasi pembangunan di Kabupaten Gowa.

Target Rampung dan Skema Pendanaan

Waskita menargetkan seluruh Sekolah Rakyat di Sulsel sudah beroperasi pada Juli 2026. Proyek ini dibiayai melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan khusus untuk program pembangunan fasilitas pendidikan dasar dan menengah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Selain Sulsel, Waskita juga menggarap proyek serupa di tiga provinsi lain, meskipun progresnya masih berada di kisaran 30-50 persen. Perusahaan berencana menambah alokasi pekerja jika cuaca ekstrem di lokasi lain mulai mereda.

Dengan capaian ini, Waskita Karya membuktikan bahwa BUMN konstruksi tidak hanya bisa diandalkan untuk membangun jalan dan jembatan, tetapi juga infrastruktur sosial yang menyentuh langsung masa depan anak-anak bangsa. Jika semua berjalan sesuai rencana, ribuan siswa dari keluarga prasejahtera akan segera memiliki akses ke pendidikan berkualitas tanpa biaya sepeser pun.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top