DIB Mengajar Buka Akses Bahasa Inggris bagi 37 Siswa SMP di Desa Pelapis Kayong Utara, Pulau Terluar Kepulauan Karimata

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 17:08:01 WIB
Relawan DIB Mengajar memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada 37 siswa SMP di Desa Pelapis, Kayong Utara.

KAYONG UTARA — Suara ombak dan deru mesin perahu nelayan menjadi latar pagi di Desa Pelapis, sebuah desa kecil yang berada di gugusan Kepulauan Karimata. Bagi anak-anak di sana, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar berjalan kaki. Sebagian harus menyeberang laut dengan kapal, dan ketika cuaca memburuk, absensi menjadi keniscayaan.

Di tengah keterbatasan itu, SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata menjadi satu-satunya ruang belajar formal. Jumlah siswanya hanya 37 orang, dari kelas 1 hingga kelas 3. Mata pelajaran Bahasa Inggris diajarkan, namun hasilnya belum optimal.

“Kalau menurut saya, kemampuan bahasa asing siswa di sini memang agak kurang,” ujar Doni, guru SMPN 3 Kepulauan Karimata. “Kami berharap dengan adanya program dari perusahaan ini bisa membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing.”

Kelas Tambahan yang Dibawakan Perusahaan Industri

Program "DIB Mengajar" diinisiasi oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk hilirisasi bauksit. Relawan pengajar berasal dari internal perusahaan, mulai dari tim CSR hingga karyawan lintas departemen yang memiliki minat di bidang pendidikan.

Kelas dirancang berbeda dari suasana formal. Materi awal difokuskan pada percakapan dasar, seperti greetings dan introductions, dengan metode permainan kosakata dan latihan percakapan sederhana. Tujuannya membangun kepercayaan diri siswa yang selama ini cenderung malu.

Perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang awalnya hanya menjawab dari bangku kini berani maju ke depan kelas mempraktikkan percakapan singkat.

Bukan Sekadar Mengajar, Ada Beasiswa dan Insentif Guru

Dukungan perusahaan di bidang pendidikan tidak berhenti pada kegiatan mengajar. External Relations Manager Kawasan Industri Pulau Penebang, Sugeng Sulistiyo, menjelaskan bahwa perusahaan juga menjalankan program beasiswa penuh untuk siswa SMA dan mahasiswa asal Desa Pelapis, serta insentif bagi guru Taman Pendidikan Alquran (TPA).

“Melalui program-program CSR ini, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia Kayong Utara yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” kata Sugeng.

Menurut Doni, tantangan utama di SMPN 3 Kepulauan Karimata bukan pada kemampuan belajar siswa, melainkan minimnya ruang praktik dan rendahnya rasa percaya diri. Materi Bahasa Inggris di tingkat SMP sudah menuntut pemahaman kalimat utuh, sementara sebagian siswa masih kesulitan dalam percakapan dasar dan pelafalan.

Jembatan antara Industri dan Masyarakat Lokal

Kawasan Industri Pulau Penebang yang dikelola PT DIB tengah berkembang sebagai pusat industrialisasi bauksit. Bagi perusahaan, pendidikan dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang agar masyarakat lokal dapat tumbuh bersama perubahan ekonomi di wilayahnya.

Desa Pelapis, yang berada di gugusan Kepulauan Karimata, selama ini relatif terisolasi. Tidak ada tempat kursus Bahasa Inggris, pusat bimbingan belajar, atau ruang belajar informal yang memadai. Sekolah menjadi satu-satunya ruang belajar formal yang mereka miliki.

Dengan hadirnya program ini, setidaknya 37 siswa di pulau terluar itu kini memiliki kesempatan untuk menguasai Bahasa Inggris, keterampilan yang semakin penting seiring mulai bersentuhannya kawasan kepulauan dengan aktivitas industri dan interaksi yang lebih luas dengan dunia luar.

Reporter: Oman Sudirman
Back to top