KALIMANTAN BARAT — Kunjungan kenegaraan yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara. Prabowo menegaskan bahwa posisi Indonesia dan Jerman selaras dalam menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas global sebagai prioritas utama.
"Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global," ungkap Prabowo dalam pernyataan pers bersama.
Prabowo menilai kunjungan Steinmeier memiliki arti penting bagi hubungan bilateral yang sudah berlangsung lama. Ia menyebut hubungan Indonesia-Jerman berada dalam kondisi yang sangat baik dan perlu terus diperkuat.
"Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," katanya.
Pernyataan tersebut muncul di saat dunia menghadapi berbagai konflik terbuka, mulai dari perang di Ukraina hingga ketegangan di kawasan Indo-Pasifik. Dengan populernya pendekatan koersif oleh sejumlah negara besar, sikap Indonesia dan Jerman yang konsisten mengedepankan perundingan menjadi sinyal diplomatik yang signifikan.
Dalam pertemuan tertutup, kedua kepala negara membahas sektor-sektor strategis yang menjadi pilar kerja sama bilateral. Meski pernyataan pers bersama belum merinci kesepakatan teknis, sumber di lingkungan Sekretariat Negara menyebutkan pembahasan mencakup kerja sama di bidang transisi energi, investasi teknologi hijau, serta penguatan peran di forum multilateral seperti PBB dan G20.
Jerman merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di Uni Eropa. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 tercatat mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS. Kunjungan Steinmeier diharapkan membuka peluang baru bagi investasi Jerman di sektor hilirisasi nikel dan pengembangan industri pertahanan.
Pernyataan bersama ini juga menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum internasional. Dalam berbagai forum, Indonesia kerap mengambil peran sebagai jembatan antara negara maju dan berkembang, serta antara kekuatan besar yang berseteru.
Steinmeier, yang juga dikenal sebagai politikus senior Partai SPD Jerman, dijadwalkan mengunjungi sejumlah fasilitas industri dan pusat riset di Indonesia sebelum kembali ke Berlin. Kunjungan kenegaraan ini merupakan yang pertama bagi Steinmeier ke Indonesia sejak menjabat sebagai presiden Jerman pada 2017.
Tidak ada dokumen perjanjian yang ditandatangani secara langsung dalam pertemuan ini. Namun, kedua pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja bersama guna mempercepat realisasi komitmen diplomasi dan ekonomi yang telah dibahas.