KALIMANTAN BARAT — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan dengan dua menteri Kabinet Singapura pekan ini. Pembahasan mencakup peluang investasi dan kerja sama teknis pengembangan transportasi publik di Jakarta. Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI untuk mempercepat transformasi kota menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Dua Sektor Prioritas yang Ditawarkan ke Singapura
Dalam pertemuan tersebut, Pramono menyoroti dua sektor utama yang menjadi prioritas kerja sama. Pertama, pembangunan kota yang berorientasi pada transportasi publik atau transit-oriented development (TOD). Kedua, percepatan integrasi antarmoda transportasi umum di Jakarta.
Pemprov DKI menilai Singapura memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sistem transportasi publik yang terintegrasi dan efisien. Model pengelolaan itu dinilai relevan untuk diterapkan di Jakarta yang terus bergulat dengan kemacetan dan polusi udara.
Target Ambisius Menuju 500 Tahun Jakarta
Transformasi transportasi publik menjadi salah satu pilar utama dalam rencana pembangunan Jakarta menuju usianya yang ke-500. Pemprov DKI menargetkan agar pada 2027, sistem transportasi massal sudah terintegrasi penuh dan mampu melayani sebagian besar mobilitas warga. Kerja sama dengan Singapura diharapkan bisa mempercepat pencapaian target tersebut.
Pemerintah provinsi juga tengah mengkaji skema pendanaan dan investasi yang memungkinkan untuk proyek-proyek strategis ini. Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu mitra investasi terbesar di sektor infrastruktur Asia Tenggara.
Respons Pemerintah dan Langkah Ke Depan
Pramono menyatakan bahwa pertemuan dengan para menteri Singapura berlangsung produktif. Ia optimistis kerja sama ini bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian teknis. "Kami ingin belajar dari Singapura, tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga sistem pengelolaan dan pembiayaan," ujarnya.
Pemprov DKI akan membentuk tim teknis untuk merumuskan detail kerja sama dengan otoritas transportasi Singapura. Tim ini akan bekerja dalam beberapa pekan ke depan untuk menyusun peta jalan implementasi proyek. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan Jakarta dalam mengejar transformasi urban yang lebih modern dan berkelanjutan.