Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang Capai 58 Persen, Kemenko Infrastruktur Siapkan Lahan 7 Hektare di Sambas

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 15 Juni 2026 | 20:55:01 WIB
Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang mencapai 58 persen, menunjukkan kemajuan signifikan.

SAMBAS — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Pemerintah tidak hanya mengawal penyelesaian proyek di Kota Singkawang yang sudah setengah jalan, tetapi juga mulai menyiapkan ekspansi ke Kabupaten Sambas. Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan putus sekolah.

Progres Singkawang Tepat Sasaran, 58 Persen Rampung

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Barat sekaligus Ketua Satgas Sekolah Rakyat Kalimantan Barat, Mohd. Yoza Habibie, menyatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang menunjukkan hasil positif. Seluruh pihak yang terlibat terus melakukan pengawasan dan percepatan pekerjaan agar target penyelesaian sesuai jadwal.

Menurut Yoza, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian teknis, serta tenaga kerja di lapangan menjadi faktor kunci. Jumlah tenaga kerja terus ditambah untuk mengakselerasi penyelesaian proyek tanpa mengorbankan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar mendirikan gedung.

"Yang sedang kita bangun adalah masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu kualitas bangunan, ketepatan waktu, dan manfaat yang akan diterima masyarakat menjadi perhatian utama," ujar Herzaky dalam keterangan resmi yang diterima di Sambas.

Lahan 7 Hektare di Sambas Sudah Siap Infrastruktur Dasar

Setelah memastikan progres di Singkawang, jajaran Kemenko Infrastruktur langsung bergerak ke Kabupaten Sambas. Lokasi yang diusulkan berada di Desa Penakalan dengan luas lahan lebih dari tujuh hektare. Tim melakukan pengecekan langsung untuk menilai kesiapan lahan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat, Syarif Hidayat, menyebut lahan tersebut memiliki keunggulan strategis. Area ini bukan kawasan gambut, artinya risiko penurunan tanah atau kebakaran lahan relatif rendah. Selain itu, akses jalan, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih sudah tersedia.

"Kesiapan lahan dan dukungan infrastruktur dasar menjadi modal penting agar proses pembangunan nantinya dapat berjalan lebih efektif ketika usulan memperoleh persetujuan untuk dilaksanakan," kata Syarif.

Masuk Tahap Pengkajian, Kemenko Infrastruktur Kawal Proses

Saat ini, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas masih dalam tahap pengkajian oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pengkajian ini berdasarkan usulan yang diajukan oleh Kementerian Sosial.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Romi Firman, menegaskan pihaknya akan terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat. Tidak hanya proyek yang sedang berjalan, tetapi juga rencana pengembangan di daerah lain seperti Sambas.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kalbar mendapatkan akses pendidikan berkualitas yang setara. Program ini menjadi salah satu pilar investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: ntvnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top