Gempa M 6,7 Guncang Palu, Wagub Sulteng Laporkan Warga Terluka Jatuh dari Tangga

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 14:55:32 WIB
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu dan sekitarnya, memicu kepanikan warga.

KALIMANTAN BARAT — Gempa tektonik dangkal yang berpusat di darat, 42 kilometer tenggara Kota Palu, memicu kepanikan massal. Getaran kuat dirasakan warga di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, hingga Poso. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido langsung meninjau RSUD Undata Palu untuk memastikan penanganan korban.

"Ada lima pasien yang datang berobat dengan luka ringan akibat gempa karena terjatuh dari tangga. Alhamdulillah sudah baik dan saat ini sedang dirawat," ujar Reny di Palu, Selasa (16/6), seperti dikutip dari Antara.

Pemerintah Siapkan Tenda Darurat Antisipasi Gempa Susulan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiagakan opsi pendirian tenda darurat di area rumah sakit. Langkah ini mengantisipasi lonjakan pasien jika gempa susulan kembali terjadi dan menyebabkan korban tambahan. Hingga pukul 13.38 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mencatat 46 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, mulai dari magnitudo 2 hingga 5.

Reny menegaskan koordinasi dengan rumah sakit, BPBD, dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan respons cepat. "Yang terpenting, kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Longsor Gunung Kamarora dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan laporan BPBD Sulteng, dampak gempa tidak hanya melukai warga tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur. Di Kota Palu, Jembatan III Palu mengalami keretakan dan beberapa bangunan roboh. Di Kabupaten Sigi, longsor terjadi di kawasan Gunung Kamarora dan saluran air terputus.

Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso juga mencatat kerusakan bangunan. Akses jalan di wilayah Napu, Kabupaten Poso, dilaporkan mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, BPBD masih mendata jumlah korban jiwa dan pengungsi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik dengan pusat di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur ini tidak berpotensi tsunami. Kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, dikategorikan sebagai gempa dangkal yang getarannya terasa kuat di permukaan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top