KALIMANTAN BARAT — Gempa yang terjadi pukul 10.27 WIB dengan kedalaman 10 kilometer itu sempat membuat warga di beberapa daerah berhamburan keluar rumah. Namun, PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan energi tetap berjalan normal tanpa kendala berarti di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan hingga saat ini tidak ada dampak signifikan terhadap fasilitas penyaluran BBM dan LPG. “Terkait informasi gempa yang terjadi di wilayah Palu dan sekitarnya, Pertamina memastikan seluruh infrastruktur energi dalam kondisi aman dan beroperasi normal,” kata Lilik, Selasa (16/6).
Ia menambahkan, stok BBM dan LPG di Sulawesi dalam posisi aman dan mencukupi. Proses distribusi energi pun tetap berjalan lancar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 20 kali gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB. Gempa susulan terbesar bermagnitudo 5,1. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan gempa utama memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Intensitas guncangan tertinggi tercatat di Kabupaten Sigi dengan skala VII MMI — skala yang berarti kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan. Sementara itu, Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso merasakan guncangan skala VI MMI. Getaran juga menjalar hingga Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.
Pertamina terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Distribusi energi tetap berjalan lancar dan Pertamina terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Lilik.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat gempa susulan maupun kepanikan warga yang bisa memicu lonjakan permintaan BBM dan LPG secara mendadak.
Catatan redaksi: Gempa Palu 2026 ini menjadi pengingat akan pentingnya ketahanan infrastruktur energi di wilayah rawan gempa. Pertamina memastikan seluruh jaringan distribusi di Sulawesi dalam kondisi siaga.