Peresmian gereja di pelosok Kabupaten Landak ini tidak hanya menjadi momentum perayaan iman, tetapi juga ajakan bagi umat Katolik untuk tidak mengabaikan pendidikan anak. Karolin secara khusus menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
“Saya berharap agar gereja ini menjadi pusat pembinaan iman Katolik yang nanti akan menghasilkan penerus, generasi penerus gereja yang berkarakter, berkualitas sesuai dengan iman Katolik,” ujar Karolin.
Ia menambahkan, persaingan ke depan akan semakin ketat. Modal utama yang dibutuhkan, menurutnya, adalah pendidikan formal yang baik. Karolin pun memuji fasilitas pendidikan yang sudah tersedia di wilayah Dano.
“Dano ini istimewa, Bapak Ibu. SD-nya bagus, SMP-nya sudah dibuat bagus. Jadi tolong dimanfaatkan, jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah,” tegasnya.
Pembangunan gereja megah ini merupakan hasil kerja keras dan gotong royong yang panjang sejak 2019. Ketua Panitia Pembangunan, L. Alun A.Md., mengungkapkan bahwa dukungan dana hibah dari pemerintah daerah menjadi katalis percepatan pembangunan.
“Pada tahun 2019 kami memperoleh bantuan dana hibah dari Pemprov Kalbar sebesar Rp 30 juta, dan pada tahun 2024 kami memperoleh dana hibah dari Pemkab Landak sebesar Rp 100 juta yang sangat membantu percepatan pembangunan,” ungkap Alun.
Selain pemerintah, bantuan juga mengalir dari Credit Union (CU) Pancur Kasih, Yayasan Viana Dei, Paroki Gembala Baik Pontianak, serta swadaya murni umat setempat.
Perayaan Ekaristi dan pemberkatan gereja dipimpin oleh Uskup Administrator Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap. Dalam khotbahnya, ia memuji kegigihan umat Stasi Dano yang berhasil membangun gereja dengan kerja keras dan kebersamaan.
“Walaupun gedung bukan hal yang utama dan pertama, tetapi dalam kehidupan bergereja itu penting. Di sini kita mengungkapkan keimanan dan kebersamaan kita,” tutur Uskup Samuel.
Ia juga berpesan agar umat Katolik tidak kehilangan identitas budaya asli meski telah menganut agama Katolik. “Kita harus mempertahankan itu,” pesannya.
Pastor Paroki Santo Yusuf Karangan, Pastor Robert Ciprian Calderon, OSJ, menilai kehadiran Bupati Karolin memberikan suntikan motivasi besar bagi kaum muda. Ia berharap arahan tersebut mendorong generasi muda untuk fokus menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Kehadiran Ibu Bupati di sini sangat menguatkan kaum muda untuk menyelesaikan dan berfokus untuk pendidikannya, sekolahnya. Jangan berhenti sampai selesai, dan kalau masih ada kesempatan, lanjutkan,” kata Pastor Robert.
Menutup kunjungannya, Karolin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung program pembangunan di Kabupaten Landak.