Rupiah Dibuka di Rp18.087 per Dolar AS, Pasar Cerna Dampak Mundurnya Perry Warjiyo

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:26 WIB
Rupiah dibuka melemah ke level Rp18.087 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

KALIMANTAN BARAT — Tekanan terhadap rupiah pagi ini tidak berdiri sendiri. Mata uang Garuda melemah seiring koreksi mayoritas mata uang Asia. Yuan China turun 0,03%, peso Filipina melemah 0,09%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,27%. Hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan tipis 0,01% terhadap greenback.

Sentimen Domestik dan Eksternal Menekan Rupiah

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pasar masih merespons negatif kabar pengunduran diri Perry Warjiyo. "Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor yang masih merespons pengunduran diri Gubernur BI kemarin," ujarnya.

Di luar faktor domestik, dolar AS justru menunjukkan kekuatan di hadapan mata uang Asia. Sebaliknya, mata uang utama negara maju seperti euro dan poundsterling justru menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini mencerminkan perbedaan persepsi risiko investor terhadap emerging market versus negara maju.

Rentang Pergerakan dan Level Kritis

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level psikologis Rp18.000 yang sudah ditembus pagi ini menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Pelemahan di atas level tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal dan sentimen domestik terhadap aset keuangan Indonesia. Investor kini menantikan langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Apa yang Dicermati Investor Selanjutnya

Pasar menunggu sinyal konkret dari otoritas moneter dan fiskal. Langkah-langkah intervensi, komunikasi kebijakan yang jelas, atau bahkan penetapan pejabat sementara yang kredibel akan menjadi faktor penentu pergerakan rupiah ke depan.

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor berdasarkan analisis risiko masing-masing.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: berandasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top