Pencarian

Wali Kota Pontianak Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa Sabtu Pagi di Masjid Raya Mujahidin, Ini Imbauan Lengkapnya

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:22:02 WIB
Wali Kota Pontianak Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa Sabtu Pagi di Masjid Raya Mujahidin, Ini Imbauan Lengkapnya
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau umat Islam mengikuti Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB.

Pemerintah Kota Pontianak meminta umat Islam berbondong-bondong mengikuti Shalat Istisqa dan doa bersama di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB. Ajakan ini merupakan ikhtiar bersama di tengah kemarau panjang yang memicu kabut asap dan menurunnya kualitas udara di Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau seluruh umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat minta hujan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan akan dipusatkan di halaman Masjid Raya Mujahidin mulai pukul 07.00 WIB.

“Hari Sabtu 29 Agustus 2026 umat Islam kami imbau untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Bukan Hanya Langkah Teknis, tapi Juga Ikhtiar Spiritual

Edi menegaskan ajakan ini bukan sekadar seremonial. Kondisi cuaca panas yang melanda beberapa pekan terakhir telah meningkatkan potensi kebakaran, baik di lahan gambut maupun permukiman warga.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Selain patroli dan sosialisasi yang terus digencarkan, dukungan doa dari seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mendatangkan hujan yang berkah.

“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” kata Edi.

Ajakan serupa juga disuarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Waspada Korsleting Listrik dan Api di Lahan Gambut

Di tengah cuaca ekstrem ini, Edi meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran bangunan. Ia menyebut korsleting listrik menjadi pemicu utama kebakaran rumah dan ruko yang kerap terjadi belakangan ini.

“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” imbaunya.

Untuk kebakaran lahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak telah menerjunkan patroli setiap hari. Petugas juga gencar mensosialisasikan larangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” ujar Edi.

Pembelajaran Daring dan Layanan Kesehatan Siaga

Dampak kabut asap sudah terasa di sektor pendidikan. Pemkot Pontianak telah menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, dan kantor untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan.

Sekolah-sekolah di wilayah kota pun telah beralih ke pembelajaran daring selama kualitas udara berada di level tidak sehat. Warga yang tetap beraktivitas di luar rumah diminta mengenakan masker, terutama kelompok rentan gangguan pernapasan.

“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” tegasnya.

Pemkot Pontianak juga menyiagakan Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks