KALIMANTAN BARAT — Lomba Kreasi Lahap Makan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan resmi digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalsel, Banjarmasin, Selasa (28/7) siang. Acara ini bukan sekadar ajang unjuk masak, melainkan bagian dari strategi nyata menekan angka stunting di provinsi tersebut.
Enam tim kader PKK kabupaten/kota yang lolos ke tahap akhir—Barito Kuala, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Tanah Bumbu, dan Kotabaru—beradu kreasi mengolah menu MPASI untuk bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa masa peralihan dari ASI ke makanan padat adalah fondasi pertumbuhan anak. Di fase inilah kebutuhan nutrisi harian anak tidak lagi bisa dipenuhi ASI saja, sehingga menu pendamping harus dihitung cermat.
“Masa pemberian MPASI merupakan tahapan penting, sehingga menu yang bergizi seimbang juga perlu disertai tampilan dan cita rasa yang disukai anak, agar anak lahap makannya dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” ujarnya dalam sambutan.
Poin penting yang ditekankan: makanan bergizi tidak otomatis masuk ke mulut anak. Tampilan menarik dan rasa yang enak adalah kunci agar nutrisi benar-benar terserap tubuh.
Yang menarik dari lomba ini adalah temanya: “Kreasi Menu MPASI Tepat Gizi dan Sesuai Usia, dengan Memanfaatkan Produk SUN dan Pangan Lokal”. Ini pengingat bahwa menu sehat tidak harus mahal atau berbahan impor.
Kalimantan Selatan punya kekayaan hasil sungai, laut, kebun, dan peternakan yang mudah dijangkau keluarga. Ikan haruan, udang galam, atau sayur lokal bisa diolah menjadi menu MPASI bernutrisi tinggi.
“Tema yang diangkat pada lomba hari ini sangat sesuai dengan kondisi banua kita yang kaya dengan hasil sungai, laut, kebun dan ternak yang mudah dijangkau keluarga. Bahan yang tersedia di sekitar kita itulah yang bisa diolah menjadi menu sehat bagi anak,” tutur Hj Fathul Jannah.
Kerja sama dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk melalui produk SUN ini diharapkan menjadi jembatan antara kepraktisan produk fortifikasi dan kearifan lokal bahan mentah.
Lomba ini bukan berhenti di pengumuman juara. Para pemenang akan dikukuhkan sebagai Duta Kreasi Lahap Makan MPASI yang bertugas mengedukasi masyarakat di daerah masing-masing.
“Kepada para peserta, berlombalah dengan percaya diri dan sportif. Seluruh pemenang nantinya juga akan dikukuhkan sebagai Duta Kreasi Lahap Makan MPASI, amanah tersebut saya harapkan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat di daerah masing-masing,” pesan Hj Fathul Jannah.
Hasil akhir lomba menobatkan Kabupaten Barito Kuala sebagai juara pertama, disusul Tanah Bumbu di posisi kedua dan Kotabaru di posisi ketiga. Kota Banjarbaru, Tapin, dan Banjar menyusul sebagai juara harapan.
Kegiatan ini melibatkan banyak pihak: TP PKK Provinsi Kalsel sebagai penggagas, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah sebagai penyedia lokasi, serta Dinas Sosial yang turut menyerahkan bantuan sosial kepada kader PKK kabupaten/kota.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menyatakan kesiapannya bersinergi dalam program-program yang melibatkan Bunda Literasi, Bunda PAUD, dan TP PKK.
“Kita hari ini melakukan pendampingan untuk lomba Kreasi Lahap Makan... Membuat makanan sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya, tanpa menggunakan MSG atau bahan tambahan yang tidak sehat untuk anak,” jelasnya.
Bagi ibu muda di luar sana, pesan dari ajang ini sederhana: MPASI tidak harus rumit. Yang terpenting adalah kombinasi tepat antara gizi seimbang, tekstur sesuai usia, dan keberanian memanfaatkan bahan lokal yang tersedia di pasar terdekat.