Karhutla Kalbar Melonjak Tajam, Titik Panas Naik 3.553 dalam Sehari

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 01 September 2026 | 10:15:31 WIB
Petugas memantau titik panas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat yang mencapai 7.377 titik pada Senin (31/8).

Titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melonjak signifikan menjadi 7.377 titik pada Senin (31/8), naik 3.553 titik dari hari sebelumnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan ini paling besar dibanding provinsi lain di Kalimantan, dengan jarak pandang turun di bawah satu kilometer akibat tebalnya asap.

PONTIANAK — Lonjakan titik panas yang dilaporkan BNPB ini menempatkan Kalbar sebagai wilayah dengan penambahan terbanyak di Pulau Kalimantan. Sepanjang hari Senin, satelit mendeteksi 104 fire spot atau titik api yang sudah terkonfirmasi sebagai kebakaran, bertambah 88 titik dari hari sebelumnya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP. Panjaitan menyebut situasi di Kalbar justru berbanding terbalik dengan dua provinsi tetangga. "Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah relatif menurun," ujarnya di Jakarta, Senin.

Kondisi Darurat Asap di Kalbar dan Kalteng

Dengan jarak pandang yang menyempit hingga di bawah satu kilometer, aktivitas warga terdampak langsung. Berbeda dengan Kalbar, Kalimantan Tengah justru mencatat penurunan titik panas sebanyak 147 titik menjadi 5.244 titik, meski fire spot-nya bertambah 16 menjadi 72 titik. Jarak pandang di Kalteng juga berada di bawah satu kilometer.

Kalimantan Selatan menurun lebih drastis. Titik panasnya berkurang 405 titik menjadi 504, sementara fire spot hanya bertambah tiga menjadi 55 titik dengan jarak pandang kurang dari dua kilometer.

Sebaran Polutan Diprediksi Masih Pekat

BNPB memantau sebaran polutan dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Untuk Senin dan Selasa (1/9), konsentrasi polutan di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel diprediksi masih sangat pekat. "Ini menandakan bahwa jumlah asap sangat tebal di daerah-daerah tersebut," kata Berton.

Kondisi berbeda terjadi di Pulau Sumatera. Jumlah titik panas di Riau turun 202 titik menjadi 62, Jambi berkurang 86 titik menjadi 49, dan jarak pandang keduanya masih relatif aman antara empat hingga tujuh kilometer. Pengecualian terjadi di Sumatera Selatan yang justru melonjak 209 titik menjadi 1.013 titik panas, meski fire spot-nya turun tujuh.

ISPU Jadi Acuan Warga Menilai Kualitas Udara

Menghadapi situasi ini, BNPB mengimbau masyarakat aktif memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup. Layanan itu bisa diakses hingga tingkat kabupaten/kota.

"Masyarakat dapat mengakses, sehingga nanti tindakan-tindakan untuk mencegah bila kualitas udara tersebut sudah berbahaya ataupun tidak sehat dapat dilakukan dengan baik," ujar Berton.

Ia menambahkan, jika kondisi udara sudah masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya, warga perlu segera mengambil langkah pencegahan seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top